Surabaya - Musim arus mudik beserta arus balik Lebaran 2011 selesai sudah. Terhitung sejak H-7 hingga H+4, jutaan penduduk Indonesia hilir mudik melewati terminal, stasiun, pelabuhan, bandara maupun jalan umum jalur kendaraan. Menurut anggota Komisi D DPRD Jatim, Irwan Setiawan, S.IP, secara umum situasi arus mudik dan balik sudah berjalan baik dan memuaskan. Hanya saja masih banyak catatan dan perbaikan selama pelayanan musim arus mudik. "Semua yang sudah dilakukan harus dijadikan bahan evaluasi agar tahun depan tidak terulang. Harus ada perbaikan dan terobosan dari semua pihak agar musim arus mudik mendatang lebih baik lagi," ujarnya. Dijelaskannya, sebelum hari H Idul Fitri 1432 Hijiriah, pihaknya melakukan kunjungan dan inspeksi mendadak di beberapa lokasi yang dijadikan tempat keluar masuk dan konsentrasi pemudik, salah satunya Pelabuhan Tanjung Perak. "Kami juga ke terminal dan stasiun serta bandara. Mereka memberikan konsep yang digunakan selama musim arus mudik. Yang pasti semuanya masih perlu perbaikan ke depan," tutur legislator asal Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) tersebut. Berdasar catatannya, khusus pelabuhan perbaikan yang harus diubah pada tahun depan yakni upaya sosialisasi dan inovasi untuk memperbanyak penumpang tujuan Surabaya-Jakarta atau sebaliknya. "Sangat sedikit yang menggunakan jasa kapal laut untuk tujuan Tanjung Priok, Jakarta. Padahal harus dijadikan sebagai salah satu alat transportasi alternatif bagi pemudik yang enggan menggunakan jasa kereta api," tutur Irwan. Selanjutnya untuk jalur udara atau pesawat terbang. Khusus jalur ini, Ketua Bidang Kebijakan Publik DPW PKS Jatim tersebut memberikan acungan jempolnya. Di samping arus penumpang yang lancar, komplain dari pemudik tidak terlalu banyak dan arus perjalanan berlangsung lancar. Hanya saja, pihaknya menerima aduan tentang dua maskapai yang masih kerap mengecewakan penumpangnya. "Jalur udara cukup bagus. Untuk mengantisipasi kepadatan dan penumpukan penumpang, pihak bandara menambah jam penerbangan. Hasilnya cukup menggemberikan," ucapnya. "Tapi tidak harus puas sampai disini. Sekali lagi, tahun depan harus ada perbaikan demi kenyamanan pemudik," kata pria kelahiran Karawang, 12 Januari 1976 itu menambahkan. Untuk terminal, pihaknya berharap ada jalur khusus penumpang dari loket pembelian tiket menuju bus. Ini untuk menghindari banyaknya calo yang masih berkeliaran di beberapa terminal di Jawa Timur. "Kalau ada jalur khusus dari loket menuju bus pasti akan lebih baik. Jadi penumpang tidak perlu keluar jalur lagi kalau sudah beli tiket menuju bus," papar suami Dyah Pelitawati tersebut. Sedangkan, untuk jalur stasiun, pihaknya memberikan perhatian lebih. Menurut legislator asal daerah pemilihan Jatim tiga (Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi) itu, jalur darat kereta api masih dibutuhkan dan dicari hampir semua pemudik. Hanya saja, lanjut dia, masih banyak yang harus dibenahi untuk jalur kereta api, terutama kelas ekonomi. Di samping penambahan kereta tambahan, penambahan gerbong juga harus semakin ditingkatkan untuk mengantisipasi membludaknya penumpang yang setiap tahun sudah bisa diprediksikan. Selain itu, pihaknya juga menyoroti adanya tiket tanpa tempat duduk yang diperjual-belikan. Dikatakan Irwan, tiket tersebut turut menyumbang semakin menumpuknya penumpang. Akibatnya kenyamanan penumpang terabaikan dan membuat pemudik merasa tidak aman. "Kalau bisa, tiket tanpa tempat duduk ditiadakan. Alterntifnya, PT KA harus menambah gerbong lagi atau penambahan jam perjalanan. Ini dirasa lebih baik daripada penumpang harus berdesakan dan berdiri di kereta api," kata legislator yang juga Sekretaris Fraksi PKS itu. Sementara itu, untuk jalur di jalan umum, khususnya pemudik yang menggunakan sepeda motor. Pihaknya mengimbau agar tahun depan bisa diminimalisir dan mengikuti anjuran pemerintah dengan menggunakan jasa mudik gratis. "Pemerintah harus bekerja sama dengan beberapa pihak terkait untuk sering-sering dan banyak menggelar mudik gratis dan bersama-sama. Selain membuat jalan tidak semakin penuh, ancaman kecelakaan lalu lintas kendaraan roda dua juga bisa diantisipasi," tandas Irwan.


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026