Blitar - Petugas gabungan dari Dinas Kesehatan Kota Blitar serta dari Balai Besar Tekhnik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular (BBTKLPPM) melakukan pemeriksaan di sejumlah penjual makanan serta minuman, dan mendapati tingkat kebersihan dapur yang kurang bagus.
Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Blitar, Suprayogi, Senin mengemukakan kelayakan makanan untuk dikonsumsi memang harus dipastikan. Kondisi itu bukan hanya dilihat pada makanan yang sudah diolah, melainkan juga kebersihan dapur.
"Jangan sampai konsumen menjadi korban, seperti mengalami keracunan. Untuk itu, kami ingin pastikan proses masak hingga penyajian termasuk lingkungan memasak memang bersih," katanya.
Dalam pemeriksaan itu, petugas mendatangi sejumlah penjual makanan di antaranya di warung es mini Jalan Hasanuddin dan warung makan "Retno" di Jalan Ir Soekarno, Kota Blitar.
Petugas meneliti satu per satu kondisi makanan serta lingkungan. Petugas memang melihat banyak penjual makanan yang lokasi dapurnya kurang bersih dan dekat dengan tempat sampah. Hal itu tentunya menjadi kerawanan tersendiri, karena rentan dihinggapi lalat, yang merupakan sumber penyakit.
"Kalau kondisinya seperti ini, khawatirnya bisa menyebabkan penyakit. Lalat bisa dengan mudah hinggap di makanan yang disajikan," katanya.
Dalam pemeriksaan itu, petugas juga sempat mengambil sampel makanan yang dijual itu dibawa ke laboratorium. Mereka ingin memastikan kebersihan serta tidak adanya kandungan berbahaya dari makanan-makanan tersebut. Kandungan berbahaya itu di antaranya pengawet, serta bahan kimia lain yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.
Beberapa pemilik di tempat makan yang didatangi petugas menyatakan selalu mengutamakan kebersihan dalam memasak hidangan. Mereka tidak ingin para pelanggan lari, hanya karena masalah kebersihan
"Kami sambut baik dengan masukan itu dan tidak keberatan. Kami juga pastikan, kandungan makanan yang kami jual aman serta tidak ada bahan pengawet," Wawan, pemilik warung es mini.
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.