Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menyatakan kesiapannya untuk menerapkan program kartu tanda penduduk sistem elektronik atau e-KTP pada tahun 2012 bersama sekitar 300 kabupaten/kota lainnya.
Bupati Lamongan Fadeli, Rabu, mengatakan bahwa saat ini pihaknya terus melakukan persiapan untuk menjalankan program nasional tersebut, seperti pembenahan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dan penyiapan tenaga operator.
"Lamongan memang tidak termasuk 197 kabupaten/kota di Indonesia yang menerapkan e-KTP tahun ini. Karena itu, kami bisa melakukan persiapan dengan lebih maksimal," katanya.
Menurut Fadeli, e-KTP merupakan hal baru sehingga penyiapannya harus benar-benar matang, guna meminimalisasi masalah saat proses pendataan melalui SIAK.
Untuk penyiapan program e-KTP dan pembenahan SIAK, Pemkab Lamongan mendapatkan bantuan asistensi dari sebuah lembaga asal Jerman, GIZ (Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit).
"Dengan persiapan yang lebih matang, kami optimistis pelaksanaan e-KTP di Lamongan akan lebih baik dibanding daerah lain yang sudah memulai lebih dulu," tambah Fadeli.
Perwakilan Tim GIZ, Jayadi, menjelaskan, Kabupaten Lamongan menjadi salah satu dari delapan kabupaten/kota di Jatim yang mendapatkan bantuan asistensi untuk pembenahan sistem pendataan kependudukan.
Ia mengatakan, sejak Juli 2011, pihaknya telah memberikan pelatihan dan penyusunan pedoman operasional standar (SOP), termasuk membantu mendesain ulang ruang administrasi pelayanan kependudukan.
"Saat ini adalah tahap terakhir kerja sama kami dengan Kemendagri untuk mendukung administrasi kependudukan. Jerman dipilih karena negara ini telah lebih dulu menerapkan penggunaan e-KTP dengan masa persiapan hingga 10 tahun," ujarnya.
Menurut Jayadi, tantangan terbesar pemberlakuan e-KTP bukan pada persiapannya, tetapi pemeliharaan "database" yang sudah ada sehingga nantinya data tidak akan menjadi sampah.
"Program e-KTP penting, namun lebih penting lagi adalah pengembangan kapasitas kemampuan staf kependudukan," tambahnya.
Editor : M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.