Surabaya - Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan bahwa dirinya nonaktif dulu dari jabatannya sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Timur. "Agar tidak menimbulkan fitnah dan kesalahpahaman, saya akan nonaktif dulu sampai ada ketua definitif sambil menunggu hasil konsultasi antara Ketua Umum KONI pusat dengan Mendagri," kata Wakil Gubernur Jatim itu di Surabaya, Jumat. Sikap tersebut diambil setelah ada surat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Mendagri yang melarang pejabat publik merangkap sebagai ketua KONI dan pengurus cabang olahraga. Ia mengaku sejak terpilih sebagai Ketua Umum KONI Jatim akhir tahun 2010 sudah memahami aturan tersebut. "Namun waktu itu, memang dimungkinkan saya bisa merangkap jabatan sebagai KONI Jatim," kata mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal itu. Setelah KPK dan Mendagri mengirimkan surat secara resmi, Gus Ipul menyatakan bahwa dirinya nonaktif untuk sementara waktu. Ia juga masih akan melakukan audensi dengan kedua lembaga tersebut untuk memastikan, apakah dirinya mundur secara tetap atau masih menunggu amandemen UU Sistem Keolahragaan Nasional. Dia mengaku telah melaporkan persoalan tersebut kepada Ketua Umum KONI, Rita Subowo. "Saya sampaikan kepada Bu Rita agar berkonsultasi kepada Mendagri dan KPK," ucap salah satu keponakan mantan Presiden Abdurrahman Wahid itu. Terkait soal pengganti, Gus Ipul masih belum bersedia menyebutkan nama. Namun, nama-nama yang muncul di antaranya Dhimam Abror (Ketua Harian KONI Jatim), La Nyalla Mattalitti (Wakil Ketua KONI Jatim), dan Erlangga Satriagung (Wakil Ketua KONI Jatim). "Saya berharap, prestasi olahraga di Jatim terus meningkat karena tim di KONI cukup solid. Dan, saya akan tetap membantu, apakah di dewan kehormatan atau posisi lain," katanya. Meskipun belum satu tahun memegang jabatan di KONI Jatim, Gus Ipul menyatakan beberapa kesuksesannya, di antaranya sukses menyelenggarakan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim di Kediri pada 15-22 Juli 2011. Selanjutnya, KONI Jatim dijabat pelaksana tugas yang akan mengambil alih seluruh tugas dan kewenangan ketua umum nonaktif. Selain Gus Ipul, di Jatim terdapat 10 kepala daerah yang menjabat KONI kabupaten/kota, di antaranya Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Gresik, Kota Malang, Kota Mojokerto, dan Kota Batu. Meskipun demikian, dia meminta mereka tidak mengundurkan diri dulu. "Saya minta mereka jangan mundur dulu karena kalau mundur itu kelihatannya tidak bagus," katanya.


Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026