Sumenep - Pimpinan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, meminta pengelola sekolah setempat mengisi hari efektif fakultatif selama bulan Ramadhan tahun ini dengan kegiatan bagi siswa. Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Ata'ur Rahman, Kamis, menjelaskan, sesuai keputusan pimpinan Dinas Pendidikan Jawa Timur, pada 4-23 Agustus mendatang ditetapkan sebagai hari efektif fakultatif (HEF). "Ada dua opsi yang diberikan kepada pengelola sekolah selama masa HEF, yakni tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi siswa dengan mengurangi jam pelajaran atau tidak menggelar KBM dengan catatan tetap melaksanakan kegiatan. Artinya, jangan sampai tidak ada kegiatan bagi siswa selama masa HEF di bulan Ramadhan," ujarnya di Sumenep. Kegiatan selain KBM pada masa HEF yang bisa digelar oleh pengelola sekolah adalah kegiatan yang intinya untuk peningkatan pemahaman keagamaan bagi siswa, di antaranya 'pesantren kilat' dan dialog tentang materi keagamaan. "Secara kelembagaan, kami ingin pengelola sekolah tidak meliburkan siswa secara mutlak. Kalau pun tidak dilaksanakan KBM, disarankan melakukan kegiatan yang muaranya pada peningkatan pemahaman agama bagi siswa," ucapnya, menegaskan. Ata'ur Rahman juga mengemukakan, pihaknya akan memonitor kegiatan yang digagas para pengelola sekolah selama masa "HEF". "Secara teknis, format kegiatan selain KBM selama masa HEF pada bulan Ramadhan diserahkan sepenuhnya pada pengelola sekolah. Kami akan memonitor kegiatan tersebut," paparnya. Sesuai keputusan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur tentang Hari Sekolah dan Hari Libur bagi Sekolah/Madrasah tertanggal 11 April lalu, 1-3 Agustus ditetapkan sebagai hari libur permulaan bulan Ramadhan. Kemudian, 4-23 Agustus ditetapkan sebagai HEF dan 24 Agustus-7 September sebagai hari libur Hari Raya Idul Fitri. "Sejak 8 September, pengelola sekolah wajib memulai KBM sebagaimana mestinya bagi siswa. Tidak boleh ada perpanjangan libur lagi bagi siswa. Keputusan ini berlaku bagi lembaga pendidikan mulai sekolah dasar hingga sekolah menengah atas," kata Ata'ur Rahman.


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026