Sumenep - Tiga warga Kecamatan (Pulau) Sapeken diperiksa terkait kasus tertembaknya warga setempat, Suraedi pada Jumat (15/7) lalu di Mapolres Sumenep, Madura, Jawa Timur.
"Ada warga Sapeken yang dibawa ke Mapolres Sumenep untuk menjalani pemeriksaan. Sejumlah warga tersebut diperiksa oleh tim gabungan Polda Jawa Timur dan Polres Sumenep," kata Kapolres Sumenep AKBP Susanto, Senin.
Tiga warga Sapeken yang diduga mengetahui kasus tertembaknya Suraedi ketika berada di kapal yang dinahkodainya itu, tiba di Pelabuhan Kalianget pada Minggu (17/7) siang dengan naik kapal cepat dan langsung dibawa ke Mapolres Sumenep dengan dikawal ketat oleh polisi.
"Saat ini, tiga warga tersebut masih dimintai keterangan oleh personel tim gabungan. Mohon maaf, untuk sementara hanya itu yang bisa kami sampaikan tentang perkembangan terbaru kasus tertembaknya salah seorang warga Sapeken pada Jumat lalu," ujarnya, menambahkan.
Susanto juga belum bersedia menyebutkan nama-nama warga Sapeken yang dibawa ke Mapolres Sumenep untuk dimintai keterangan oleh personel tim gabungan.
Pada Jumat lalu, seorang warga Sapeken, Suraedi alias Dedek, ditemukan tertembak kepalanya di kapal yang dinahkodainya ketika berada di perairan setempat.
Korban yang pada bagian dahinya ditemukan luka tembak itu dibawa oleh tiga warga setempat ke Puskesmas Sapeken dan meninggal dunia pada Jumat (15/7) sore.
Informasi yang diterima ANTARA melalui fasilitas pesan pendek telepon genggam dari sejumlah warga Sapeken pada Jumat, korban diduga terkena tembakan dari personel Polisi Perairan (Polair) Mabes Polri yang menggerebek transaksi jual beli bahan bakar minyak (BBM) ilegal di Perairan Sapeken.
Kasus tertembaknya korban ditangani oleh tim dari Polda Jawa Timur dibantu oleh anggota Polres Sumenep.
Pada Sabtu (16/7) pagi, personel tim dari Polda Jawa Timur didampingi anggota Polres Sumenep berangkat ke Sapeken dengan naik kapal cepat.
Sapeken adalah salah satu dari sembilan kecamatan di Sumenep yang berada di wilayah kepulauan.
Dalam kondisi cuaca kondusif, perjalanan laut dari Pelabuhan Kalianget ke Pulau Sapeken dengan naik kapal cepat yang berbahan dasar "fiberglass" membutuhkan waktu sekitar lima jam.
Sementara jika naik kapal berbahan dasar besi, perjalanan laut Kalianget-Sapeken membutuhkan waktu sekitar 12 jam.
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.