Gresik - PT Semen Gresik Tbk menggelar kegiatan bakti sosial khitanan massal memperingati hari jadi ke-54, yang diikuti sebanyak 1.160 anak dari keluarga kurang mampu di Wisma Ahmad Yani Gresik, Jawa Timur, Minggu.
Ketua Panitia Khitanan Massal, Mudjianto, mengatakan jumlah anak yang mengikuti kegiatan khitanan tahun ini dua kali lebih banyak dibanding kegiatan serupa pada 2010 yang hanya diikuti 545 anak.
"Anak-anak itu berasal dari wilayah Gresik, Surabaya, Bangkalan, Sidoarjo, dan Lamongan. Target awal kami hanya sekitar 600 anak, ternyata peminatnya cukup banyak dan itu masih bisa bertambah kalau tidak kami batasi," katanya.
Untuk kegiatan khitanan massal ini, panitia mengerahkan sekitar 100 tenaga medis, ditambah masing-masing satu dokter spesialis bedah dan dokter spesialis anastesi.
"Selain dapat baju koko, sarung, kopiah, tas sekolah, dan uang saku, kami juga memberikan satu bibit pohon produktif kepada setiap peserta khitanan," tambah Mudjianto.
Menurut ia, pemberian bibit pohon tersebut sebagai bagian dari implementasi tema hari jadi ke-54 Semen Gresik tahun ini yang berwawasan lingkungan, yakni "Do it Green".
"Yang menarik dari khitanan massal kali ini, terdapat dua peserta dewasa berusia 34 dan 37 tahun yang baru menjadi mualaf, serta seorang bayi berusia tiga bulan," ujar Mudjianto.
Kepala Bagian Bina Lingkungan PT Semen Gresik, Eko Honeng, mengatakan selain hari jadi perusahaan, kegiatan bakti sosial ini sekaligus memperingati HUT ke-66 Kemerdekaan RI.
"Sebelumnya kami juga telah memberikan bantuan beasiswa untuk anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu. Selain itu, kami juga akan menggelar kegiatan operasi katarak gratis dan donor darah," katanya.
Direktur Keuangan PT Semen Gresik Ahyanizzaman yang hadir pada kegiatan itu, berharap program khitanan massal ini bisa terus berlanjut dan bisa membantu meringankan beban keluarga kurang mampu yang berada di sekitar kawasan PT Semen Gresik.
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.