Malang - Omzet penjualan keramik yang diproduksi sentra keramik Dinoyo, Kota Malang, Jawa Timur, akhir-akhir ini terus menurun, bahkan hingga mencapai 10 persen. Ketua Paguyuban Sentra Keramik Dinoyo Syamsul Arifin, Jumat mengakui, sejak keramik produksi China membanjiri Indonesia termasuk di Kota Malang, omzet keramik Dinoyo terus turun dan sekarang penurunannya sudah mancapai 10 persen. "Jika ingin terus eksis dan hasil karya kami diminati masyarakat, kami (produsen keramik) memang harus bersaing ketat dengan keramik produk China terutama kualitas dan desainnya," ujarnya, menambahkan. Ia mengakui, produsen keramik di Dinoyo juga harus kreatif dalam menentukan desain dan motif. Untuk saat ini, pihaknya lebih banyak menonjolkan nuansa alami (natural) serta budaya asli Malang. Perubahan motif dan desain menjadi lebih natural tersebut, katanya, secara perlahan mulai bisa membangkitkan kembali minat masyarakat termasuk wisatawan, baik lokal maupun asing. Syamsul mengaku, keramik produk China yang membanjiri Indonesia, bahkan beberapa tahun lalu sempat "booming" juga lebih banyak menonjolkan budaya dan kekhasan negeri Tirai Bambu itu, khususnya motif naga berwarna cerah (merah). Untuk membangkitkan gairah keramik Dinoyo dan mampu eksis, bahkan menembus pasar internasional, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang menggelar Festival Keramik Dinoyo selama empat hari (30 Juni-3 Juli 2011). "Kami memang sengaja mengangkat kampung keramik Dinoyo ini sebagai salah satu agenda untuk mempromosikan wisata Kota Malang, khususnya wisata belanja. Kami ingin keramik Dinoyo menemukan kejayaannya kembali seperti sekitar tahun 1980-an," ujar Kepala Disbudpar Kota Malang Ida Ayu Wahyuni. Beberapa tahun sebelumnya, keramik produk China membanjiri pasar Indonesia, tak terkecuali di Kota Malang, bahkan di mal-mal juga ada areal penjualan secara tersendiri. Harga keramik China juga dijual dengan harga lebih murah dibanding produk lokal. Namun, seiring perjalanan waktu, keramik China yang membanjiri pasar Indonesia itu secara perlahan akhirnya juga menghilang dari pasaran. Sementara untuk menjadikan lokasi sentra keramik Dinoyo sebagai tujuan wisata belanja di Kota Malang, masih terkendala areal parkir yang kurang memadai dan jalan di kawasan industri keramik itu cukup sempit.


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026