Akibat kejadian itu, dua rumah warga dan sebuah sekolah di Desa Bukit Aru Indah dan sebuah rumah di Desa Tanjung Aru mengalami kerusakan berat.
Seorang warga bernama Sahabuddin yang dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu malam mengaku, angin puting beliung datang secara tiba-tiba bersamaan acara maulid Nabi Muhammad SAW di pulau itu.
Ia menyebutkan terdapat dua rumah dan satu sekolah yakni MTS YIIPS yang rusak berat karena hampir seluruh atapnya yang terbuat dari seng diterbangkan angin.
Rumah tersebut adalah milik H Hermanto terdiri tiga petak, dan sebuah bengkel milik Iswantoro berada di Desa Tanjung Aru.
Sedangkan sebuah rumah di Desa Bukit Aru Indah yang rusak adalah milik H Tahir.
Puluhan warga berusaha bergotong-royong membersihkan ceceran bahan bangunan yang berserakan diterjang angin kencang yang terjadi sekitar pukul 15.00 Wita.
Pulau Sebatik merupakan pulau terdepan milik Indonesia yang wilayah daratnya mempunyai garis perbatasan dengan Malaysia.
Pewarta: RusmanEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.