Jamaah haji SUB 41 mulai tinggalkan Mekkah menuju Madinah

id haji, jamaah haji SUB 41, mekkah, madinah, masjidil haram, ibadah di Madinah, Embarkasi Surabaya

Jamaah haji SUB 41 mulai tinggalkan Mekkah menuju Madinah

Jamaah haji gelombang kedua mulai tinggalkan Mekkah dan diberangkatkan menuju Madinah (MCH 2019)

kita melepas jamaah haji kloter SUB 41 dari Kabupaten Nganjuk ke Madinah
Mekkah (ANTARA) -  Jamaah haji yang terdaftar sebagai gelombang kedua termasuk di antaranya dari Embarkasi Surabaya mulai meninggalkan Mekkah dan diberangkatkan ke Madinah untuk melanjutkan ibadah di kota itu.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar Ali di Mekkah, Rabu, melepas keberangkatan 450 haji  Embarkasi Surabaya dari Hotel Arkan Bakkah, Mahbaz Jin, Mekkah, yang akan menuju Madinah.

Alhamdulillah pada pagi ini jam 07.30 waktu Arab Saudi kita melepas jamaah haji kloter SUB 41 dari Kabupaten Nganjuk ke Madinah. Ini adalah bagian yang pertama menuju Madinah, kata Nizar Ali.

Jamaah haji selama 8 hari atau selama 40 waktu salat akan menunaikan salat berjamaah dalam ibadah Arbain dan berziarah ke tempat-tempat yang sangat bersejarah termasuk ziarah ke Makam Rosulullah.

Pihaknya menyediakan tiga fasilitas utama untuk jamaah haji saat kepindahan dari Mekkah ke Madinah yakni naqobah atau transportasi yang mengangkut jamaah dari pondokannya di Mekkah menuju Madinah.

Kemudian layanan akomodasi, mereka ditempatkan di hotel-hotel standar bintang 3 dan alhamdulillah tahun ini banyak di atas ekspektasi SPM (Standar Pelayanan Minimal) artinya ada yang bintang 4 ada yang bintang 5 sekalipun, katanya.

Hotel mereka di Madinah pun dari sisi jarak berada di lingkup yang dekat dengan Masjid Nabawi.

Lalu yang terakhir adalah layanan di bidang konsumsi selama di Madinah, mereka mendapatkan layanan sekitar 8 hari atau 16 kali makan per hari, mereka mendapatkan makan siang dan makan malam, katanya.

Dengan begitu, kata dia, jamaah haji tidak perlu lagi menyiapkan secara mandiri makanan atau konsumsi selama di Madinah.

Nizar juga mengimbau kepada jamaah saat di Madinah untuk tetap menjaga kondisi kesehatan fisiknya karena ibadah di kota itu juga memerlukan kondisi fisik yang prima.

Untuk masuk ke Raudhah butuh berdiri agak lama sehingga butuh fisik yang baik. Sehingga tentu ini kami harapkan jamaah bisa mencari momen yang tepat sehingga bisa masuk ke situ dengan aman, katanya.(*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar