"Ini adalah revolusi budaya yang pelan-pelan kita lakukan. Saya senang teman-teman muda di Kemlu menyambut baik kebiasaan ini," kata Menlu di sela-sela "Pameran Capaian 4 Tahun Politik Luar Negeri RI" di Jakarta, Selasa.
Selain untuk mengantisipasi berbagai dampak buruk sampah plastik yang sulit terurai, kebiasaan itu perlu dilakukan untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Secara pribadi, kata Menlu, dengan membawa botol air minum sendiri ia bisa mengurangi hingga 10 botol plastik sekali pakai dalam sehari.
"Bayangkan kalau ada 2.000 pegawai di Kemlu, bisa berapa banyak plastik berkurang," ujar dia.
Selain botol air minum, Menlu Retno juga menggalakkan penggunaan sedotan dan alat makan berbahan stainless serta kantong belanja yang bisa dipakai berulang kali.
Komitmen mengurangi sampah plastik tidak hanya ditunjukkan di Kemlu RI di Jakarta, tetapi juga di perwakilan-perwakilan RI di luar negeri.
"Karena yang perlu kita jaga bukan hanya lingkungan di Indonesia tetapi juga dunia," tutur Menlu Retno.(*)
Pewarta: Yashinta Difa PramudyaniEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.