Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, turun 5,6 dolar AS atau 0,46 persen, menjadi ditutup pada 1.222,00 dolar AS per ounce.
Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, menguat 0,21 persen menjadi 95,24 pada pukul 19.10 GMT.
Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS, menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.
Sehari sebelumnya, pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), emas berjangka melonjak hampir tiga persen, karena statusnya sebagai salah satu aset "safe-haven" menarik minat investasi di tengah penurunan tajam saham-saham AS.
Indeks-indeks saham utama AS bergerak lebih rendah lagi pada Kamis (11/10), gagal pulih dari penurunan Rabu (10/10), di tengah pasar saham global yang menderita penurunan luas pada perdagangan Kamis (11/10).
Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 2,9 sen atau 0,2 persen, menjadi menetap di 14,635 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan Januari 2019 turun 6,6 dolar AS atau 0,78 persen, menjadi ditutup pada 840 dolar AS per ounce. (*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.