Centrica, perusahaan energi dan jasa multinasional Inggris, melonjak 4,99 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham Melrose Industries dan United Utilities Group, yang masing-masing meningkat 3,28 persen dan 1,52 persen.
Sementara itu, Just Eat, sebuah perusahaan pemesanan dan layanan pengiriman makanan daring (online), mencatat kerugian terbesar (top loser) dari saham-saham unggulan, dengan sahamnya jatuh 5,36 persen.
Disusul oleh saham BHP Billiton, perusahaan sumber daya global, yang merosot 4,55 persen, serta Ocado Group, pengecer belanja daring, turun 4,14 persen.
Di Jerman, saham-saham Jerman berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis (6/9), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt turun 85,21 poin atau 0,71 persen, menjadi 11.955,25 poin.
Perusahaan kimia dan farmasi multinasional Bayer menderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan sahamnya jatuh 4,16 persen.
Disusul oleh saham produsen material Covestro dan produsen semikonduktor Infineon Technologies, yang masing-masing kehilangan 2,76 persen dan 2,43 persen.
Di sisi lain, kelompok energi RWE, mencatat keuntungan paling besar (top gainer) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya menguat 1,70 persen.
Diikuti oleh saham Deutsche Post dan perusahaan kimia multinasional Linde, yang masing-masing naik 1,08 persen dan 0,50 persen.
Bayer adalah saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari dengan omset mencapai 451,30 juta euro (525,04 juta dolar AS).
Di Prancis, saham-saham Prancis ditutup lebih rendah pada perdagangan Kamis (6/9), dengan indeks acuan CAC-40 di Paris melemah 0,31 persen atau 16,38 poin, menjadi 5.243,84 poin.
Dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC-40, tercatat 34 saham mengalami penurunan harga.
Grup perusahaan barah mewah internasional Prancis, Kering, jatuh 2,07 persen, mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham kelompok internasional dalam teknologi pengeboran minyak sub-laut, darat, lepas pantai, dan permukaan Technipfmc yang kehilangan 2,02 persen, serta grup hotel internasional Prancis Accor turun 1,95 persen.
Sementara itu, grup perusahaan aviasi Prancis, Safran, mecatat keuntungan paling besar (top gainer) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya melonjak 6,37 persen.
Disusul oleh saham grup perusahaan dirgantara Eropa, Airbus, yang naik 1,24 persen, serta Vinci, pemain global dalam konsesi dan konstruksi, naik 1,18 persen.
Di Spanyol, saham-saham Spanyol berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis (6/9), dengan indeks acuan IBEX-35 di Madrid melemah satu persen atau 92,60 poin, menjadi 9.208,70 poin.
Sebanyak 29 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks IBEX-35 mengalami penurunan harga.
Jaringan hotel Melia Hotels mencatat kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan sahamnya kehilangan 3,25 persen.
Disusul oleh saham perusahaan konsultan dan teknologi Indra A yang merosot 2,86 persen, serta bank terbesar kedua Spanyol BBVA menurun 2,52 persen.
Di sisi lain, perusahaan casing Viscofan meraih keuntungan paling besar (top gainer) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya menguat 1,56 persen.
Diikuti oleh saham perusahaan real estat Inmobiliaria Colonial dan Merlin, yang masing-masing naik 0,37 persen dan 0,25 persen. (*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.