Micro Focus International, sebuah perusahaan perangkat lunak dan teknologi informasi multinasional, melonjak 2,93 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham Bunzl dan United Utilities Group, yang masing-masing meningkat 2,88 persen dan 1,53 persen.
Sementara itu, Tesco, grosir dan peritel barang dagangan umum multinasional Inggris, mengalami kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya jatuh 3,21 persen.
Disusul oleh saham Royal Mail, perusahaan pengiriman surat dan parsel, yang merosot 3,19 persen, serta Standard Life Aberdeen, perusahaan investasi, turun 3,12 persen.
Di Jerman, saham-saham Jerman berakhir lebih tinggi pada perdagangan Rabu (29/8), dengan indeks DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt menguat 34,26 poin atau 0,27 persen, menjadi 12.561,68 poin.
Pemasok peralatan dialisis ginjal Fresenius Medical mencatat keuntungan paling banyak (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan sahamnya meningkat 2,38 persen.
Disusul oleh saham asosiasi perumahan Vonovia dan Deutsche Bank, yang masing-masing naik 1,45 persen dan 1,12 persen.
Di sisi lain, produsen material Jerman Covestro, mencatat kerugian paling banyak (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya jatuh 2,02 persen.
Diikuti oleh saham perusahaan kimia dan barang konsumen Henkel serta pembuat pakaian dan peralatan olahraga Adidas, yang masing-masing turun 0,58 persen dan 0,51 persen.
Adidas adalah saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari dengan omset mencapai 133,10 juta euro (155,19 juta dolar AS).
Di Prancis, saham-saham Prancis ditutup lebih tinggi pada perdagangan Rabu (29/8), dengan indeks acuan CAC-40 di Paris naik 0,30 persen atau 16,34 poin, menjadi 5.501,33 poin.
Sebanyak 28 saham dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC-40 berhasil membukukan kenaikan harga.
Perusahaan telekomunikasi internasional Bouygues meraih keuntungan paling besar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan sahamnya menguat 1,16 persen.
Diikuti oleh saham raksasa aeronautika Prancis Safran yang bertambah 1,07 persen, serta raksasa aeronautika Eropa Airbus naik 1,01 persen.
Sementara itu, perusahaan jasa kehidupan Prancis Sodexo mencatat kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya merosot 1,49 persen.
Disusul oleh saham raksasa ritel Prancis Carrefour yang kehilangan 1,11 persen, serta pemasok otomotif Prancis Valeo turun 0,95 persen.
Di Spanyol, saham-saham Spanyol berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu (29/8), dengan indeks acuan IBEX-35 di Madrid melemah 0,39 persen atau 37.00 poin, menjadi 9.569,50 poin.
Perdagangan dimulai pada 9.606,50 poin dan ditutup pada 9.569,50 poin pada hari ketika sebagian besar pasar Eropa mencatat kenaikan.
Penyebab utama untuk jatuh tersebut penurunan 5,66 persen dalam nilai saham di perusahaan tekstil Inditex, setelah bank investasi, Morgan Stanley menurunkan target harga menjadi 21 euro dari 26 euro.
Jaringan supermarket Dia mencatat kerugian terbesar kedua dengan sahamnya merosot 1,15 persen, diikuti oleh saham kelompok hotel Melia yang kehilangan 0,99 persen.
Di sisi lain, perusahaan properti Immobilaria Colonial menikmati kenaikan terbesar dengan keuntungan sebesar 1,46 persen, diikuti oleh saham perusahaan telekomunikasi Cellnex Telecom naik sebesar 1,05 persen, serta perusahaan farmasi Grifols meningkat 0,97 persen. (*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.