Indeks Bursa Efek Eropa Cenderung Melemah

id indeks bursa, bursa saham eropa, nilai tukar dolar

Indeks Bursa Efek Eropa Cenderung Melemah

Ilustrasi - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (8/6. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/)

London (Antara/Xinhua) - Saham-saham Inggris berakhir lebih rendah pada perdagangan Selasa (14/8), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London turun 0,40 persen atau 30,81 poin, menjadi 7.611,64 poin.

Antofagasta PLC, sebuah perusahaan Chili yang beroperasi di berbagai sektor ekonomi, mencatat kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan sahamnya jatuh 6,97 persen.

Diikuti oleh saham TUI AG, grup perjalanan liburan Inggris, yang merosot 2,95 persen, serta Anglo American PLC turun 2,15 persen.

Sementara itu, United Utilities Group PLC, perusahaan air terbesar yang tercatat di Inggris, menguat 1,60 persen, peraih keuntungan teratas (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham Severn Trent PLC dan Ferguson PLC, yang masing-masing meningkat 1,24 persen dan 1,10 persen.

Di Jerman, saham-saham Jerman ditutup datar pada perdagangan Selasa (14/8), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt naik tipis 0,13 poin atau 0,00 persen, menjadi 12.358,87 poin.

Kelompok energi RWE meraih keuntungan paling banyak (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan sahamnya melonjak 3,29 persen.

Disusul oleh saham grup energi E.ON dan perusahaan perawatan pribadi Beiersdorf, yang masing-masing naik 1,98 persen dan 1,51 persen.

Di sisi lain, raksasa industri Thyssenkrupp mencatat kerugian  paling banyak (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya melemah 0,98 persen.

Diikuti oleh saham operator untuk perdagangan saham dan sekuritas Deutsche Boerse dan pembuat mobil Daimler, yang masing-masing turun 0,83 persen dan 0,77 persen.

Perusahaan kimia dan farmasi multinasional Bayer adalah saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari, dengan omset mencapai 425,91 juta euro (485,53 juta dolar AS).

Di Prancis, saham-saham Prancis berakhir lebih rendah pada perdagangan Selasa (14/8), dengan indeks acuan CAC-40 di Paris melemah 0,16 persen atau 8,91 poin, menjadi 5.403,41 poin.

Dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC-40, tercatat 23 saham mengalami penurunan harga.

Technipfmc, sebuah perusahaan internasional yang menyediakan jasa-jasa proyek lengkap untuk industri energi, merosot 1,74 persen, mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".

Diikuti oleh saham kelompok keuangan Prancis Credit Agricole yang kehilangan 1,66 persen, serta produsen peralatan mobil Prancis Valeo turun 1,52 persen.

Sementara itu, grup perusahaan barang-barang mewah Prancis, Hermes, meningkat 1,13 persen, merupakan kenaikan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan barang mewah Prancis lainnya, LVMH, yang menguat 0,86 persen, serta pemimpin dunia dalam kecantikan, l'Oreal naik 0,82 persen. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar