Jakarta (Antara) -  Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi bergerak menguat tipis sebesar empat poin, sedangkan  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin dibuka menguat sebesar 8,96 poin.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi bergerak menguat tipis sebesar empat poin menjadi Rp14.413 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.417 per dolar AS.

"Pergerakan rupiah yang mampu memanfaatkan sentimen yang ada terutama dengan pergerakan dolar AS yang sedang melemah diharapkan dapat bertahan, sehingga memperbesar peluang rupiah untuk kembali melanjutkan pergerakan positifnya," kata analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Senin.

Ia memprediksi pada Senin ini rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.422 per dolar AS hingga Rp14.409 per dolar AS.

Pergerakan dolar AS pada akhir pekan lalu masih kembali melanjutkan pelemahannya terhadap sejumlah mata uang utama dunia lainnya meskipun terdapat rilis positif dari angka pertumbuhan PDB AS di level 4,1 persen.

Meski, sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar, namun pelaku pasar masih adanya kekhawatiran akan pertumbuhan pada semester berikutnya terutama dengan masih adanya ancaman perang dagang antara AS dan Tiongkok sehingga membuat laju dolar AS kehilangan momentum.

Sementara itu, dari dalam negeri, laju rupiah kembali mampu memanfaatkan sentimen dolar AS tersebut dan bergerak menguat. Setelah sebelumnya, Menko Perekonomian Darmin Nasution dan BI menyampaikan rencana kebijakan untuk meredam pelemahan rupiah, kali ini Presiden Jokowi juga turut menyampaikan akan membujuk pengusaha besar untuk mau memulangkan devisanya ke Indonesia.

 Langkah-langkah tersebut, lanjut Reza, cukup mendapat respon positif pelaku pasar sehingga rupiah bisa bergerak positif.

Senada dengan rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin dibuka menguat sebesar 8,96 poin atau 0,15 persen ke posisi 5.998,1.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 2,27 poin (0,24 persen) menjadi 949,32. 

IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin dibuka menguat sebesar 8,96 poin menjadi 5.998,1 seiring dengan menguatnya nilai tukar Rupiah.

IHSG dibuka menguat sebesar 8,96 poin atau 0,15 persen ke posisi 5.998,1. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 2,27 poin (0,24 persen) menjadi 949,32.

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Senin, mengatakan, langkah IHSG mendekati level 6.000 kembali harus diuji ketahanannya dengan memperhatikan sentimen yang ada.

Selain itu, lanjut Reza, perlu dicerwati dan waspadai potensi adanya aksi ambil untung setelah IHSG mengalami kenaikan beberapa hari sebelumnya.

"Diharapkan sentimen dari Rupiah, global, hingga rilis kinerja para emiten dapat memberikan sentimen positif untuk bertahannya IHSG di zona hijau," ujar Reza.

IHSG pada Senin ini diperkirakan akan berada di atas support 5.968-5.979 dan resisten di kisaran 6.002-6.028.

Sebelumnya, masih adanya sentimen  positif, terutama dari pergerakan Rupiah yang kembali terapresiasi serta dibarengi dengan masih adanya aksi beli investor asing senilai Rp122,49 miliar memberikan sentimen positif pada pergerakan IHSG sehingga mampu bertahan positif.

Pelaku pasar pun memanfaatkan sejumlah sentimen positif dari dalam negeri untuk kembali melakukan aksi belinya. Aksi beli pada saham-saham pertambangan, manufaktur, dan lainnya turut menopang kenaikan IHSG.

Kenaikan itu tidak terlepas dari penilaian akan positifnya kinerja para emiten antara lain membaiknya permintaan batubara dalam negeri dan global, rencana dihapuskannya aturan Domestic Market Obligation (DMO), hingga pertumbuhan kinerja itu sendiri.

Bursa regional sendiri pada Senin ini di antaranya indeks Nikkei turun 99,94 poin (0,44 persen) ke 22.612,81, indeks Hang Seng naik 19,55 poin (0,07 persen) ke 28.823,83, dan Straits Times melemah 8,92 poin (0,27 persen) ke posisi 3.316,06. (*)

Pewarta:  Citro Atmoko
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026