Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa pagi, bergerak melemah 64 poin, sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa, dibuka menguat sebesar 18,61 poin.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa pagi, bergerak melemah 64 poin menjadi Rp14.546 dibanding posisi sebelumnya Rp14.482 per dolar AS.

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta,  mengatakan, dari sisi tren terlihat masih ada peluang bagi rupiah untuk kembali melemah seiring minimnya sentimen positif dari dalam negeri.

"Untuk itu, diharapkan laju rupiah dapat menyerap sentimen pelemahan USD terhadap sejumlah mata uang utama global lainnya untuk menahan pelemahan lebih lanjut," ujar Reza.

Rupiah  diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp14.492 per dolar AS hingga Rp14.477 per dolar AS.

Sebelumnya, meski laju dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia namun, tidak banyak berimbas pada mata uang rupiah yang masih dalam pelemahannya.

Pergerakan tersebut sesuai dengan perkiraan sebelumnya di mana belum adanya sejumlah sentimen positif yang signifikan mengangkat rupiah membuat pergerakannya cenderung masih dalam tren pelemahannya.

Rupiah kembali melemah setelah Badan Anggaran DPR RI melakukan Rapat Panja Perumus Kesimpulan dengan Pemerintah mengenai pembahasan kesimpulan laporan realisasi Semester I dan Prognosis Semester II APBN TA dimana menyangsikan pertumbuhan ekonomi 2018 sebesar 5,4 persen.

Berbeda dengan rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa dibuka menguat sebesar 18,61 poin menjadi 5.934,41 seiring dengan menguatnya bursa saham regional.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 3,56 poin (0,38 persen) menjadi 940,53. 


IHSG Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa, dibuka menguat sebesar 18,61 poin menjadi 5.934,41 seiring dengan menguatnya bursa saham regional.

IHSG dibuka menguat sebesar 18,61 poin atau 0,31 persen ke posisi 5.934,41, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 3,56 poin (0,38 persen) menjadi 940,53.

"Pergerakan IHSG yang kembali menguat diharapkan dapat membuka peluang kenaikan kembali seiring masih adanya potensi penguatan secara tren yang terjadi," kata analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta.

Namun demikian, lanjut Reza, kondisi Rupiah yang masih melemah dan bursa saham global yang kembali melemah dapat menghalangi laju IHSG untuk kembali bergerak positif.

"Diharapkan IHSG dapat bertahan terhadap kondisi tersebut," ujar Reza.

IHSG diharapkan dapat bertahan di atas support 5.878-5.889 dan resisten diharapkan dapat menyentuh kisaran 5.924-5.932.

Kembalinya aksi beli dengan memanfaatkan pelemahan sebelumnya, terutama investor asing yang mencatatkan pembelian bersih senilai Rp347,56 miliar pada awal pekan mampu membuat laju IHSG kembali menghijau dan mengesampingkan perkiraan masih akan melemahnya IHSG.

Bahkan kenaikan tersebut mampu melampaui pergerakan sejumlah indeks saham Asia yang bergerak melemah dan di tengah masih melemahnya laju Rupiah.

Sejumlah saham-saham berkapitalisasi besar kembali diburu pelaku pasar sehingga mengangkat IHSG.

Bursa regional sendiri pada Senin ini di antaranya indeks Nikkei naik 100,79 poin (0,45 persen) ke 22.497,78, indeks Hang Seng naik 263,76 poin (0,93 persen) ke 28.519,88, dan Straits Times melemah 5,45 poin (0,17 persen) ke posisi 3.299,16. (*)

Pewarta: Citro Atmoko
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026