Pada Jumat lalu (20/7) indeks dolar AS diperdagangkan sekitar 0,70 persen lebih rendah pada akhir perdagangan, di tengah kritik Presiden AS Donald Trump tentang pengetatan moneter Federal Reserve saat ini.
Trump mengatakan bahwa dia "tidak senang" bahwa bank sentral AS menaikkan suku bunga karena ekonomi membaik, menambahkan bahwa pengetatan kebijakan The Fed dan dolar AS yang kuat dapat merugikan perekonomian AS.
Di sisi ekonomi, penjualan "existing home" (rumah yang sebelumnya telah dimiliki atau rumah yang sudah dibangun sebelumnya selama satu bulan atau dikenal juga dengan home resales/rumah bekas) di AS turun untuk ketiga bulan berturut-turut pada Juni, karena ketidakseimbangan pasokan dan permintaan yang terus berlanjut mendorong rata-rata harga penjualan ke titik tertinggi sepanjang waktu.
National Association of Realtors mengatakan pada Senin (23/7) bahwa total penjualan existing-home menurun 0,6 persen ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 5,38 juta unit pada Juni dari 5,41 juta unit direvisi turun pada Mei. Dengan penurunan bulan lalu, penjualan kini 2,2 persen di bawah setahun yang lalu.
Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,20 persen menjadi 94,667 di akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh ke 1,1691 dolar AS dari 1,1725 dolar AS di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3101 dolar AS dari 1,3135 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia merosot ke 0,7378 dolar AS dari 0,7425 dolar AS.
Dolar AS dibeli 111,49 yen Jepang, lebih rendah dari 111,55 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9931 franc Swiss dari 0,9926 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3174 dolar Kanada dari 1,3127 dolar Kanada. (*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.