Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi bergerak melemah sebesar 19 poin menjadi Rp13.872 dibanding posisi sebelumnya Rp13.853 per dolar AS.
Analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubrata di Jakarta, Kamis, mengatakan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tersebut karena tingginya permintaan dolar di dalam negeri.
"Tingginya permintaan dolar di dalam negeri antara lain untuk pembayaran utang luar negeri dan dividen," ujarnya.
Selain itu, tingginya permintaan dolar juga disebabkan momentum menjelang Lebaran yakni banyak masyarakat Indonesia yang berlibur ke luar negeri.
"Libur panjang minggu depan, banyak yang liburan ke luar negeri," kata Rully.
Pada pembukaan, rupiah melemah sebesar 15 poin di level Rp13.868 per dolar AS. Rupiah lalu bergerak di kisaran Rp13.860 sampai Rp13.879 per dolar AS.
Sebelumnya, pada Rabu (7/6) sore lalu, rupiah bergerak menguat sebesar 27 poin menjadi Rp13.853 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.880 per dolar AS.
Penguatan rupiah saat itu dinilai masih dipengaruhi faktor eksternal yaitu kemungkinan terjadinya perang dagang yang semakin meluas yang sebelumnya isu perang dagang hanya terjadi antara AS dengan China, namun kini kemungkinan juga terjadi antara AS dengan Meksiko dan Kanada yang menyebabkan dolar tertekan.
Selain itu, pelaku pasar juga masih menunggu pengumuman kebijakan moneter The Fed pekan depan untuk melihat proyeksi berapa kali lagi suku bunga akan dinaikkan pada 2018. **
IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 21,26 poin menjadi 6.090,98 pada Kamis seiring dengan menguatnya bursa saham regional.
IHSG dibuka menguat sebesar 21,26 poin atau 0,35 persen ke posisi 6.090,98, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 5,36 poin (0,55 persen) menjadi 974,82.
Bursa regional di antaranya indeks Nikkei naik 175,39 poin (0,78 persen) ke 22.801,12, indeks Hang Seng naik 173,27 poin (0,55 persen) ke 31.432,37, dan Straits Times menguat 7,87 poin (0,23 persen) ke posisi 3.475,68.
Menguatnya saham di bursa regional mengikuti saham-saham di Wall Street berakhir lebih tinggi pada perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah reli saham sektor keuangan yang didukung suku bunga lebih tinggi, memberikan kontribusi terhadap kenaikan pasar secara keseluruhan.
Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 346,41 poin atau 1,40 persen, menjadi ditutup di 25.146,39 poin. Indeks S&P 500 naik 23,55 poin atau 0,86 persen, menjadi berakhir di 2.772,35 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup bertambah 51,38 poin atau 0,67 persen, menjadi 7.689,24 poin.
Saham J.P. Morgan Chase, Bank of America dan Morgan Stanley semuanya naik lebih dari dua persen, sementara Goldman Sachs meningkat 1,70 persen, pada penutupan pasar. Sentimen investor juga terangkat oleh sejumlah berita positif perusahaan dan data ekonomi.
Di bidang ekonomi, defisit perdagangan barang dan jasa internasional AS menurun menjadi 46,2 miliar dolar AS pada April dari 47,2 miliar dolar AS yang direvisi pada Maret, karena ekspor meningkat dan impor menurun, Departemen Perdagangan melaporkan pada Rabu (6/6). Defisit perdagangan lebih rendah dari konsensus pasar sebesar 49 miliar dolar AS.
Sementara itu, produktivitas tenaga kerja sektor bisnis non-pertanian AS meningkat 0,4 persen selama kuartal pertama 2018, menurut Departemen Tenaga Kerja AS. (*)
Pewarta: Citro AtmokoEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.