London, (Antara/Xinhua) - Saham-saham Inggris berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu (23/5), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London melemah 89,01 poin atau 1,13 persen, menjadi 7.788,44 poin.

Marks & Spencer Group, peritel pakaian dan makanan Inggris, melonjak 5,17 persen, menjadi peraih keuntungan teratas (top gainer)  dari saham-saham unggulan atau "blue chips".

 Diikuti oleh saham Merk Imperial dan Reckitt Benckiser Group, yang masing-masing naik 1,20 persen dan 1,03 persen.

Sementara itu, Anglo American, kelompok penambang internasional, melihat sahamnya jatuh 5,01 persen, merupakan penderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham WPP, perusahaan iklan dan humas multinasional Inggris, merosot 4,23 persen, serta Royal Dutch Shell A, perusahaan minyak dan gas utama, turun 3,34 persen.

Di Jerman,  saham-saham Jerman ditutup lebih rendah pada perdagangan Rabu (23/5), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt berkurang 193,08 poin atau 1,47 persen, menjadi 12.976,84 poin.

Maskapai penerbangan Jerman Lufthansa menderita kerugian paling banyak (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan sahamnya jatuh 3,16 persen.

Disusul oleh saham perusahaan reasuransi Munich Re dan pabrikan otomotif Volkswagen, yang masing-masing kehilangan 2,46 persen dan 2,32 persen.

Di sisi lain, hanya dua saham unggulan yang mencatat kenaikan harga, yaitu perusahaan perangkat lunak multinasional Jerman SAP serta perusahaan bahan kimia dan barang konsumen Henkel, yang masing-masing naik 0,08 persen dan 0,05 persen.

Perusahaan kimia dan farmasi multinasional Bayer adalah saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari, dengan omset mencapai 313.47 juta euro (367,01 juta dolar AS).

Di Prancis, saham-saham Prancis berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu (23/5), dengan indeks acuan CAC-40 di Paris jatuh 1,32 persen atau 74,25 poin, menjadi 5.565,85 poin.

 Dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks CAC-40, tercatat 34 saham mengalami penurunan harga.

Produsen mobil Prancis Renault anjlok 5,36 persen, menjadi penderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".

Diikuti oleh saham perusahaan berbasis di Inggris yang menyediakan layanan proyek minyak dan gas lengkap TechnipFMC kehilangan 4,56 persen, serta perusahaan minyak dan gas terintegrasi multinasional Prancis Total turun 3,10 persen.

 Sementara itu, perusahaan kosmetik internasional Prancis L'Oreal menguat 0,73 persen, merupakan peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan Prancis yang memproduksi minuman suling Pernod Ricard meningkat 0,53 persen, serta perusahaan telekomunikasi multinasional Prancis Orange SA naik 0,47 persen.

Di Spanyol, saham-saham Spanyol ditutup lebih rendah pada perdagangan Rabu (23/5), dengan indeks acuan IBEX-35 di Madrid turun 1,12 persen atau 113,80 poin, menjadi 10.025,00 poin.

Sebanyak 27 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar yang tergabung dalam komponen indeks IBEX-35 tercatat mengalami penurunan harga.

Perusahaan manufaktur baja ArcelorMittal mengalami kerugian terbesar (top loser) dari saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan sahamnya jatuh 4,61 persen.

Disusul oleh saham perusahaan energi Spanyol Repsol dan perusahaan infrastruktur Acciona, yang masing-masing turun 4,37 persen dan 2,27 persen.

Di sisi lain, perusahaan kimia dan farmasi Grifols menguat 0,91 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Diikuti oleh perusahaan infrastruktur Tecnicas Reunidas yang meningkat 0,68 persen dan perusahaan ritel terkemuka Inditex naik 0,55 persen. (*)
 

Pewarta: Supervisor
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026