Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu pagi, bergerak melemah sebesar 30 poin menjadi Rp14.073, sedangkan Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), melemah sebesar 40,53 poin.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu pagi, bergerak melemah sebesar 30 poin menjadi Rp14.073 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.043 per dolar AS.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Rabu mengatakan minimnya sentimen positif yang beredar di dalam negeri membuat pergerakan nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar AS.

"Permintaan dolar AS meningkat seiring prospek kenaikan suku bunga The Fed sehingga rupiah bergerak di atas level Rp14.000 per dolar AS," kata Reza.

Ia mengemukakan pernyataan salah satu anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Raphael Bostic yang yakin dengan kenaikan suku bunga The Fed pada tahun ini sebanyak tiga kali.

"Perekonomian AS yang dinilai cenderung membaik menyebabkan tekanan inflasi akan meningkat sehingga perlu diredam dengan kenaikan suku bunga," katanya.

Di sisi lain, lanjut Reza, data cadangan devisa Indonesia menurun turut membuat sentimen di pasar keuangan cenderung negatif. Bank Indonesia mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia akhir April 2018 sebesar 124,9 miliar dolar AS, masih cukup tinggi meskipun lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Maret 2018 sebesar 126,0 miliar dolar AS.

Sementara itu, Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menambahkan kenaikan yield obligasi Amerika Serikat dan penguatan data ekonomi AS secara umum membuat mata uang dolar AS kembali terapresiasi.

"Minat pelaku pasar terhadap dolar AS cenderung terus meningkat seiring perbaikan ekonomi AS," kata Ariston. 


IHSG

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, dibuka melemah sebesar 40,53 poin seiring minimnya sentimen positif, yang beredar, di pasar.

IHSG BEI dibuka melemah 40,53 poin atau 0,70 persen ke posisi 5.734,18, sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 10,18 poin (1,11 persen) menjadi 910,35.

Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Rabu mengatakan bahwa sejumlah sentimen eksternal yang cenderung negatif, serta fluktuasi nilai tukar rupiah yang cenderung menurun menjadi salah satu faktor yang menekan IHSG.

"Kondisi itu membuat IHSG kembali sulit untuk bergerak ke area positif pada perdagangan saham hari ini," katanya.

Ia mengatakan pelaku pasar cukup fomus mencermati keputusan pemerintah AS terkait nuklir Iran, karena dampaknya pada geopolitik di Timur Tengah, pasokan dan harga minyak mentah dunia.

Di sisi lain, lanjut dia, depresiasi rupiah hingga menembus level Rp14.000 per dolar AS menyebabkan pelaku pasar saham cenderung mengambil posisi jual. Selain itu, data cadangan devisa Indonesia yang menurun turut membebani bursa saham domestik.

"Setelah data pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2018 dan cadangan devisa April 2018 di bawah ekspektasi, maka neraca pembayaran triwulan pertama 2018 yang akan dirilis pada 11 Mei 2018 menjadi perhatian pasar berikutnya," katanya.

Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei turun 93,16 poin (0,41 persen) ke 22.415,52, indeks Hang Seng menguat 34,19 poin (0,11 persen) ke 30.437,00, dan Straits Times melemah 4,20 poin (0,12 persen) ke posisi 3.538,97.(*)

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026