Micro Focus International, sebuah perusahaan perangkat lunak dan teknologi informasi Inggris, melonjak 2,45 persen, menjadi periah keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham Sky dan Smurfit Kappa Group, yang masing-masing naik 2,12 persen dan 1,60 persen.
Sementara itu, Mediclinic International, grup rumah sakit swasta internasional, menderita kerugian paling besar (top loser) dari saham-saham unggulan, dengan sahamnya jatuh 4,59 persen.
Disusul oleh saham GKN, perusahaan komponen otomotif dan kedirgantaraan, yang merosot 3,63 persen, serta Scottish Mortgage Investment Trust turun 3,21 persen.
Di Jerman, saham-saham Jerman ditutup melemah pada perdagangan Selasa (3/4), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt berkurang 94,28 poin atau 0,78 persen, menjadi 12.002,45 poin.
Produsen semikonduktor Jerman Infineon Technologies mengalami kerugian paling banyak (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan sahamnya jatuh 2,34 persen.
Disusul oleh saham perusahaan kimia dan barang konsumen Henkel serta Deutsche Post, yang masing-masing kehilangan 2,33 persen dan 1,96 persen.
Di sisi lain, produsen otomotif BMW, membukukan keuntungan paling besar (top gainer) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya terangkat 1,09 persen.
Diikuti oleh saham perusahaan otomotif Volkswagen dan perusahaan reasuransi Munich Re, yang masing-masing naik 0,41 persen dan 0,32 persen.
Perusahaan kimia dan farmasi multinasional Jerman, Bayer, adalah saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari dengan omset mencapai 293,40 juta euro (361,11 juta dolar AS).
Di Spanyol, saham-saham Spanyol ditutup melemah pada perdagangan Selasa, dengan indeks acuan IBEX-35 di Madrid turun 0,53 persen atau 50,80 poin, menjadi 9.549,60 poin.
Sebanyak 26 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks IBEX-35, tercatat mengalami penurunan harga.
Perusahaan kimia dan farmasi Grifols kehilangan 3,48 persen, menjadi penderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".
Disusul oleh saham perusahaan konsultan dan teknologi Indra A yang merosot turun 2,49 persen, serta jaringan hotel Melia Hotel turun 2,18 persen.
Di sisi lain, perusahaan rekayasa dan infrastruktur Tecnicas Reunidas meningkat 2,50 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan.
Diikuti oleh saham perusahaan real estat Inmobiliaria Colonial dan perusahaan energi terbarukan Siemens Gamesa, yang masing-masing naik 2,50 persen dan 1,38 persen.
Di Prancis, saham-saham Prancis berakhir lebih rendah pada perdagangan Selasa (3/4), dengan indeks acuan CAC-40 di Paris melemah 0,29 persen atau 15,18 poin, menjadi 5.152,12 poin.
Dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC-40, tercatat 31 saham mengalami penurunan harga.
Sodexo, pemimpin dunia dalam industri jasa terintegrasi, jatuh 4,54 persen, mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham perusahaan Francis-Italia yang mensimulasi sistem elektronik dan mekatronika Stmicroelectr kehilangan 3,11 persen, serta kelompok komunikasi Prancis Publicis yang turun 2,30 persen.
Sementara itu grup barang mewah global Kering melonjak 3,27 persen, merupakan peraih keunungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan.
Disusul oleh saham raksasa barang mewah internasional Prancis lainnya, LVMH, yang meningkat 2,32 persen, serta raksasa energi Prancis Total naik 1,25 persen. (*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.