Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi bergerak menguat sebesar lima poin menjadi Rp13.759, sementara 
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 25,99 poin.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi bergerak menguat sebesar lima poin menjadi Rp13.759 dibanding posisi sebelumnya Rp13.764 per dolar AS.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Senin mengatakan adanya penilaian Bank Indonesia terhadap inflasi Maret 2018 yang tetap terkendali menjadi salah satu faktor yang menjaga fluktuasi rupiah.

"Rupiah menguat meski tipis, inflasi Maret diproyeksikan masih tetap terkendali seiring turunnya sejumlah komoditas barang kebutuhan dan ekspektasi defisit neraca berjalan yang akan dijaga pada angka 2,1 persen dari produk domestik bruto (PDB), kondisi itu cukup membantu pergerakan rupiah," katanya.

Ia mengatakan sentimen dari dalam negeri itu diharapkan dapat engimbangi kekhawatiran pelaku pasar uang terhadap sentimen kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat karena kebijakan proteksionis Presiden AS Donald Trump.

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail menambahkan bahwa dolar AS cenderung bergerak mendatar terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah setelah data upah rata-rata per jam di Amerika Serikat pada Februari naik tipis sebesar 0,1 persen, lebih rendah dibandingkan ekspektasi sebesar 0,2 persen.

"Rendahnya pertumbuhan upah itu memberikan sentimen positif kepada investor bahwa tingkat suku bunga The Fed tidak akan naik lebih dari ekspektasi," katanya.

Kendati demikian, lanjut dia, tekanan terhadap rupiah masih tetap ada seiring naiknya imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun. *


IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 25,99 poin, seiring sentimen positif yang beredar, baik dari dalam negeri dan eksternal.

IHSG dibuka menguat sebesar 25,99 poin atau 0,40 persen ke posisi 6.459,32. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 6,51 poin (0,61 persen) menjadi 1.071,35.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Senin mengatakan bahwa pelaku pasar sham mulai merespon positif sentimen yang beredar dari dalam negeri diantaranya kinerja keuangan, dan stabilitas rupiah.

"Kinerja emiten yang positif diikuti fluktuasi nilai tukar rupiah yang stabil menjadi salah satu faktor yang menopang IHSG untuk kembali bergerak di area positif," katanya.

Ia menambahkan bahwa mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang menguat turut memberi psikologis positif bagi investor di dalam negeri untuk melakukan akumulasi.

Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere menambahkan bahwa pemerintah yang menyatakan utang Indonesia yang masih dalam batas aman, turut memberi kepercayaan kepada investor di pasar modal.

"Utang Indonesia dikelola dengan target tidak melebihi 60 persen terhadap produk domestik bruti (PDB) dan defisit tetap dijaga," katanya.

Sementara itu bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei naik 323,64 poin (1,51 persen) ke 21.792,84, indeks Hang Seng menguat 426,25 poin (1,38 persen) ke 31.422,46 dan Straits Times menguat 53,25 poin (1,53 persen) ke posisi 3.538,82.  (*)

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026