Indeks Pasar Saham Eropa

id indeks pasar saham eropa,saham eropa, indeks saham, nilai tukar, dolar AS

Indeks Pasar Saham Eropa

Ilustrasi: Seorang pria melintas di depan papan indeks saham di bursa saham Warsawa. (FOTO ANTARA/REUTERS/Peter Andrews/djo/11)


London (Antara/Xinhua) - Saham-saham Inggris berakhir lebih rendah pada perdagangan Jumat (23/2), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London melemah 7,98 poin atau 0,11 persen, menjadi 7.244,41 poin. 

BT Group, perusahaan jasa telekomunikasi multinasional Inggris, melonjak 5,04 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan (blue chips).

Diikuti oleh saham United Utilities Group dan Severn Trent, yang masing-masing naik 3,43 persen dan 3,27 persen.

Di sisi lain, International Consolidated Airlines Group mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya jatuh 5,69 persen.

Disusul oleh saham Royal Bank of Scotland Group yang merosot 4,82 persen, dan Smurfit Kappa Group, perusahaan kemasan bergelombang terkemuka di Eropa, turun 3,85 persen.

Di Jerman, saham-saham Jerman ditutup sedikit lebih kuat pada perdagangan Jumat (23/2), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt naik 21,88 poin atau 0,18 persen, menjadi 12.483,79 poin.

Kelompok energi E.ON meraih keuntungan paling banyak (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan sahamnya melonjak 4,52 persen.

Disusul oleh saham perusahaan telekomunikasi Jerman Deutsche Telekom serta perusahaan kimia dan barang konsumsi Henkel, yang masing-masing naik 3,23 persen dan 2,57 persen.

Di sisi lain, maskapai penerbangan Jerman Lufthansa mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya jatuh 2,34 persen.

Diikuti oleh saham spesialis ban Continental serta operator pasar untuk perdagangan saham dan sekuritas Deutsche Boerse, yang masing-masing turun 1,05 persen dan 0,87 persen.

Deutsche Telekom adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari dengan omset mencapai 343,89 juta euro (422,95 juta dolar AS).

Di Prancis, saham-saham Prancis berakhir sedikit lebih tinggi pada perdagangan Jumat (23/2), dengan indeks acuan CAC-40 di Paris menguat 0,15 persen atau 8,14 poin, menjadi 5.317,37 poin.

Sebanyak 22 saham dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC-40 berhasil membukukan kenaikan harga.

Produsen bahan bangunan Prancis Compagnie de Saint-Gobain menguat 2,9 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".

Diikuti oleh saham perusahaan kosmetik Prancis L'Oreal yang naik 1,85 persen, serta perusahaan telekomunikasi multinasional Prancis Orange SA bertambah 1,48 persen.

Sementara itu, pemasok otomotif multinasional Prancis Valeo jatuh 11,09 persen, merupakan penderita kerugian terbesar (top loser) dari saham-saham unggulan.

Disusul saham perusahaan jasa IT Eropa Atos yang kehilangan 2,89 persen, serta perusahaan telekomunikasi internasional Bouygues turun tipis 0,88 persen.

Di Spanyol, saham-saham Spanyol ditutup lebih rendah pada perdagangan Jumat (23/2), dengan indeks acuan IBEX-35 di Madrid berkurang 0,55 persen atau 54,10 poin menjadi 9.822,40 poin.

Sebanyak 12 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan mengalami penurunan harga.

Peritel terkemuka di dunia Inditex kehilangan 7,06 persen, menjadi penderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan (blue chips).

Disusul oleh saham grup maskapai IAG yang jatuh 5,19 persen dan bank terbesar keempat Spanyol, Banco Sabadell, turun 3,64 persen.

Di sisi lain, perusahaan telekomunikasi Cellnex melonjak 4,48 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham perusahaan real estat Merlin dan jaringan supermarket DIA, yang masing-masing naik 2,50 persen dan 2,32 persen. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar