Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi bergerak melemah sebesar 66 poin, sedangkan Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), dibuka menguat tipis 2,94 poin.
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi bergerak melemah sebesar 66 poin menjadi Rp13.678 dibanding posisi sebelumnya Rp13.612 per dolar AS.
"The Fed yang memberikan sinyal untuk menaikkan suku bunganya membuat dolar AS kembali terapresiasi terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah," kata analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis.
Ia mengemukakan bahwa hasil risalah dalam pertemuan The Fed pada 30-31 Januari yang diumumkan tadi malam menyatakan adanya pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang nanti dapat memicu inflasi sehingga kenaikan tingkat suku bunga The Fed dimungkinkan terjadi.
"Pascarisalah itu, sejumlah yield obligasi Amerika Serikat meningkat dan mendorong permintaan dolar AS," katanya.
Ia mengharapkan, pelemahan rupiah dapat terbatas seiring adanya pernyataan positif dari Gubernur BI, Agus Martowardojo terkait pelonggaran kebijakan makroprudensial untuk memulihkan penyaluran kredit perbankan.
Di sisi lain, lanjut dia, adanya pernyataan positif dari Kemenkeu bahwa APBN pada bulan Januari 2018 menunjukkan perbaikan. Realisasi pendapatan negara telah mencapai Rp101,4 triliun atau 5,3 persen dari target APBN 2018 sebesar Rp1.894,7 triliun, atau tumbuh 14,7 persen dari periode sama tahun lalu.
Kepala Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan bahwa pergerakan mata uang rupiah cenderung dipengaruhi oleh sentimen eksternal, terutama dari Amerika Serikat mengenai potensi kenaikan suku bunga AS.
"Hasil pertemuan The Fed yang 'hawkish' mendorong kenaikan dolar AS lebih lanjut," katanya.
IHSG
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, dibuka menguat tipis 2,94 poin seiring minimnya sentimen positif baru yang beredar.
IHSG BEI didibuka menguat 2,94 poin atau 0,04 persen menjadi 6.646,34, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,73 poin (0,07 persen) menjadi 1.118,64.
Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa IHSG masih dalam pola konsolidasi dengan pergerakan cenderung terbatas seiring dengan minimnya sentimen positif baru.
"Volume jual saham yang masih tinggi menjadi salah satu faktor yang menahan laju IHSG sehingga rawan terkena pelemahan kembali," katanya.
Di sisi lain, lanjut dia, pergerakan bursa saham di kawasan Asia yang cenderung melemah dapat berdampak negatif pada pergerakan IHSG. Selain itu, investor asing yang melakukan aksi jual turut menambah sentimen negatif pada IHSG.
Terpantau, IHSG pada pukul 09.15 WIB bergerak berbalik arah ke area negatif atau melemah sebesar 11,71 poin (0,17 persen) ke posisi 6.631,68.
Sementara itu, Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere mengatakan bahwa pasar saham di dalam negeri dibayangi sentimen negatif mengenai keputusan pemerintah untuk menghentikan sementara pekerjaan proyek konstruksi elevated.
"Muncul kekhawatiran akan prospek pembangunan infrastruktur di Indonesia. Namun, sentimen moratorium itu berimbas jangka pendek kepada emiten konstruksi," katanya.
Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei turun 301,89 poin (1,37 persen) ke 21.664,96, indeks Hang Seng melemah 353,93 poin (1,13 persen) ke 31.077,96 dan Straits Times melemah 30,80 poin (0,88 persen) ke posisi 3.465,43. (*)
Pewarta: Zubi MahrofiEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.