Monggo kalau ada konsep usaha, saya akan membantu untuk meneruskan. Jika saya jadi Gubernur nanti, saya telah membuat program untuk perbaikan perempuanGresik (Antaranews Jatim) - Nelayan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur meminta agar penggunaan alat tangkap modern (trol) dijauhkan di wilayah itu, karena merugikan keberadaan nelayan tradisional.
?"Kami ingin ada keadilan yang diterapkan dalam kehidupan nelayan. nelayan yang pakai trol (alat modern) sebaiknya menarik diri, kasihan kami yang nelayan tradisional,? kata Khusnul Arifin, Ketua Himpunan Nelayan Ujung Pangkah Gresik di Gresik, Jumat.
?Arifin, kepada Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul)?yang hadir dalam pertemuan nelayan se-Kabupaten Gresik itu meminta agar pemerintah bisa memberikan keadilan bagi nelayan tradisional.
?Arifin mengakui, banyak persoalan yang dihadapi nelayan selama ini, tetapi pemerintah masih belum bisa memberikan solusi yang membela masyarakat.
?Untuk itu, dirinya meminta supaya Gus Ipul panggilan Saifullah Yusuf mampu memberikan solusi terbaik untuk kehidupan nelayan.
?Meski banyak masalah, Arifin mengaku untuk saat ini sedikit bahagia, karena harga ikan mengalami kenaikan. Faktor itu yang membuat para nelayan menjadi bersemangat untuk bekerja.
?"Kami masih bisa tersenyum, karena harga ikan masih tinggi,? ujarnya.
?Muji, nelayan dari Mengarae Gresik juga mengakui, persoalan yang muncul di masyarakat nelayan bukan hanya gesekan di tengah laut.
?Pendidikan, kata dia, menjadi masalah tersendiri, untuk itu ia meminta supaya Gus Ipul menyelesaikan masalah-masalah tersebut supaya anak-anak nelayan juga bisa menikmati pendidikan yang layak.
?"Kalau bisa SD sampai sekolah menengah pendidikan gratis. Biar nelayan tidak berfikir lagi persoalan biaya pendidikan. Selama ini kita juga memikirkan itu," kata dia.
?Ungkapan masalah juga diperlihatkan Ibu Nelayan, Rahmawati. Menurut dia, sebagai istri nelayan banyak masalah yang dihadapi, namun secara pribadi ia menginginkan bisa membantu perekonomian suami, hal tersebut masih belum bisa dilakukan, karena perempuan nelayan selama ini tidak pernah tersentuh kebijakan-kebijakan dari pemerintah yang membelanya.
?"Kami ingin ada pemberdayaan ibu-ibu nelayan, khususnya di Kroman ini. Kami ingin membantu suami yang bekerja ditengah laut," ucapnya.
?Menanggapi masalah itu, Gus Ipul berencana mengakomudir semua yang diungkapkan nelayan.
?Menurut dia, dari hasil diskusi, pihaknya akan membuat rumusan supaya bisa menjadikan nelayan menjadi lebih sejahtera.
?"Pertemuan ini menjadi masukan yang sangat berarti, dan tentunya akan menjadi kebijakan kedepan jika terpilih menjadi Gubernur Jatim. Saya sangat mengapresiasi keluhan-keluhan nelayan. Ini akan menjadi pekerjaan kami, insyaAllah dalam pertemuan yang akan datang, saya sudah membuat konsep untuk memberikan solusi terbaik,? katanya.
?Pemerintah, ungkap Gus Ipul, sebisa mungkin akan meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan, khususnya kaum perempuan.
?Untuk itu, nanti akan ada koperasi perempuan yang bisa melibatkan ibu nelayan didalamnya. Koperasi ini akan mengucurkan dana supaya ibu-ibu nelayan bisa memanfaatkan kemungkinan yang bisa diproduksi di daerah-daerahnya.
"Monggo kalau ada konsep usaha, saya akan membantu untuk meneruskan. Jika saya jadi Gubernur nanti, saya telah membuat program untuk perbaikan perempuan, kata Gus Ipul.
Pewarta: Abdul Malik IbrahimEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.