London (Antara/Xinhua) - Saham-saham Inggris berakhir melemah pada perdagangan Selasa (6/2), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London turun 193,58 poin atau 2,64 persen, menjadi 7.141,40 poin. 
Hanya ada dua saham yang mencatat kenaikan di antara saham-saham unggulan (blue chips), yaitu Tesco, peritel multinasional asal Inggris meningkat 0,58 persen dan EasyJet, maskapai penerbangan terkemuka Inggris, menguat 0,09 persen.
Standard Life Aberdeen, perusahaan manajemen aset Inggris, mengalami kerugian paling besar (top loser) di natara saham-saham unggulan, dengan sahamnya jatuh 5,10 persen.
Diikuti oleh saham Schroders, perusahaan manajemen aset multinasional Inggris, yang berkurang 5,06 persen, serta Scottish Mortgage Investment Trust turun 4,95 persen.
Di Jerman, saham-saham Jerman ditutup lebih rendah pada perdagangan Selasa (6/2), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt merosot tajam 294,83 poin atau 2,32 persen, menjadi 12.392,66 poin.
Perusahaan reasuransi Jerman Munich Re menderita kerugian paling (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan sahamnya jatuh 4,44 persen.
Diikuti oleh saham Deutsche Bank serta perusahaan jasa asuransi dan keuangan Allianz, yang masing-masing kehilangan 2,83 persen dan 2,56 persen.
Di sisi lain, Deutsche Post berhasil meraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya meningkat
1,65 persen.
Disusul oleh saham perusahaan bahan bangunan multinasional HeidelbergCement dan maskapai penerbangan Jerman Lufthansa, yang masing-masing naik 0,96 persen dan 0,50 persen.
Perusahaan manufaktur dan elektronika Siemens adalah saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari dengan omset mencapai 697,81 juta euro (860,32 juta dolar AS).
Di Spanyol, saham-saham Spanyol ditutup anjlok pada perdagangan Selasa (6/2), dengan indeks acuan IBEX-35 di Madrid jatuh 2,53 persen atau 254,50 poin, menjadi 9.810,00 poin.
Sebanyak 34 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks IBEX-35 mengalami penurunan harga.
Perusahaan telekomunikasi Cellnex kehilangan 4,21 persen, menjadi penderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham perusahaan infrastruktur ACS yang jatuh 4,01 persen dan perusahaan energi Spanyol Iberdrola turun 3,96 persen.
Di sisi lain, hanya perusahaan energi terbarukan Siemens Gamesa yang naik, menguat 0,56 persen.
Sementara itu, operator jalan tol Abertis A turun 0,41 persen dan jaringan supermarket DIA turun 0,42 persen.
Di Prancis, saham-saham Prancis berakhir turun tajam pada perdagangan Selasa (6/2), dengan indeks acuan CAC-40 di Paris jatuh 2,35 persen atau 124,02 poin, menjadi 5.161,81 poin.
Dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC-40, tercatat 38 saham mengalami penurunan harga.
Perusahaan minyak dan gas Technipfmc anjlok 4,34 persen, membukukan kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham kelompok barang mewah multinasional Prancis Kering yang merosot 3,78 persen dan perusahaan manufaktur baja ArcelorMittal kehilangan 3,61 persen.
 Sementara itu, hanya dua saham yang berhasil membukukan keuntungan, yaitu kelompok produsen ban Prancis Michelin serta perusahaan multinasional Prancis yang memproduksi mesin pesawat, komponen aerospace dan pertahanan Safran, yang masing-masing naik 0,12 persen dan 0,09 persen. (*)


Pewarta: Supervisor
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026