Randgold Resources, perusahaan logam multinasional terkemuka, mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan sahamnya jatuh 7,38 persen.
Diikuti oleh saham Vodafone Group, perusahaan telekomunikasi multinasional Inggris yang merosot 4,01 persen, serta G4S, perusahaan jasa keamanan multinasional Inggris, turun 3,42 persen.
Sementara itu, Kingfisher, peritel perbaikan rumah terkemuka di Eropa, melonjak 2,26 persen, merupakan peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.
Disusul oleh saham Antofagasta dan Glencore, yang masing-masing naik 1,66 persen dan 1,07 persen.
Di Jerman, saham-saham Jerman ditutup lebih rendah pada Senin (5/2), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt melemah 97,67 poin atau 0,76 persen, menjadi 12.687,49 poin.
Produsen otomotif Volkswagen mengalami kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan sahamnya jatuh 2,99 persen.
Diikuti oleh saham perusahaan kimia dan barang konsumsi Henkel, serta perusahaan perawatan kesehatan Eropa Fresenius SE, yang masing-masing kehilangan 2,68 persen dan 2,27 persen.
Di sisi lain, penyelenggara pasar untuk perdagangan saham dan sekuritas Deutsche Boerse, mencatat keuntungan paling besar (top gainer) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya meningkat 2,21 persen.
Disususl oleh saham maskapai penerbangan Jerman Lufthansa dan produsen semikonduktor Infineon Technologies, yang masing-masing naik 1,51 persen dan 0,71 persen.
Perusahaan manufaktur dan elektronika Siemens adalah saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari dengan omset mencapai 363,76 juta euro (452,51 juta dolar AS).
Di Prancis, Saham-saham Prancis berakhir lebih rendah pada perdagangan Senin (5/2), dengan indeks acuan CAC-40 di Paris jatuh 1,48 persen atau 79,15 poin, menjadi 5.285,83 poin.
Sebanyak 36 saham dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC-40 mengalami penurunan harga.
Pabrik bahan bangunan LafargeHolcim merosot 2,57 persen, mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham perusahaan Prancis yang memproduksi lensa oftalmik, Essilor Intl., berkurang 2,48 persen, serta konglomerat barang mewah multinasional Prancis, LVMH, turun 2,20 persen.
Sementara itu, raksasa baja ArcelorMittal maju 1,10 persen, merupakan peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.
Diikuti oleh saham STMicroelectronics, produsen elektronik dan semikonduktor multinasional Prancis-Italia, yang meningkat 0,81 persen, serta grup hotel multinasional Prancis Accor naik 0,25 persen.
Di Spanyol, saham-saham Spanyol ditutup lebih rendah pada perdagangan Senin (5/2), dengan indeks acuan IBEX-35 di Madrid berkurang 1,44 persen atau 146,70 poin, menjadi 10.6464,50 poin.
Sebanyak 32 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks IBEX-35 mengalami penurunan harga.
Perusahaan teknik dan infrastruktur Tecnicas Reunidas kehilangan 3,85 persen, merupakan penderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh sahajm jaringan supermarket DIA, serta perusahaan kimia dan farmasi Grifols, yang masing-masing turun 3,17 persen dan 2,81 persen.
Di pihak lain, perusahaan manufaktur baja ArcelorMittal maju 1,30 persen, merupakan peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan.
Disusul oleh saham bank Spanyol Banco Sabadell yang naik 0,98 persen. (*)
Pewarta: supervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.