London (Antara/Xinhua) - Saham-saham Inggris berakhir sedikit lebih tinggi pada Senin (29/1), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London menguat 0,08 persen atau 5,99 poin, menjadi 7.671,53 poin.
Glencore, perusahaan perdagangan dan pertambangan multinasional, melonjak 3,26 persen, merupakan peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham Rio Tinto dan Carnival, yang masing-masing naik 2,08 persen dan 1,62 persen.
Sementara itu, perusahaan air Inggris Severn Trent mengalami kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya merosot 1,97 persen.
Diikuti oleh saham Old Mutual, sebuah kelompok investasi dan perbankan internasional, berkurang 1,62 persen, serta perusahaan air Inggris United Utilities Group turun 1,58 persen.
Di Jerman, saham-saham Jerman ditutup sedikit lebih rendah pada Senin (29/1), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt turun 15,69 poin atau 0,12 persen, menjadi 13.324,48 poin.
Saham Commerzbank kehilangan 1,96 persen, mengalami kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham Deutsche Bank dan asosiasi perumahan Vonovia, yang masing-masing berkurang 1,69 dan 1,39 persen.
Di sisi lain, perusahaan perawatan kesehatan Eropa Fresenius SE naik 0,60 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan.
Disusul oleh saham perusahaan kimia multinasional Linde yang naik 0,60 persen, dan perusahaan media massa Eropa ProSiebenSat.1 menguat 0,40 persen.
Manufaktur dan perusahaan elektronik Siemens adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari, dengan omset mencapai 232,70 juta euro (288,05 juta dolar AS).
Di Prancis, saham-saham Prancis berakhir lebih rendah pada perdagangan Senin (29/1), dengan indeks acuan CAC-40 di Paris melemah 0,14 persen atau 7,56 poin, menjadi 5.521,59 poin.
Dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC-40, tercatat 24 saham mengalami penurunan harga.
Technipfmc, pemimpin global dalam proyek minyak dan gas, jatuh 2,95 persen, merupakan penderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham kelompok barang mewah internasional Prancis Kering, yang kehilangan 1,72 persen, serta pemimpin dunia dalam industri minuman beralkohol premium, Pernod Ricard, merosot 1,54 persen.
Sementara itu, produsen elektronik dan semikonduktor multinasional Prancis-Italia, STMicroelectronics, melompat 2,39 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan.
Diikuti oleh saham kelompok perbankan Prancis, Soicete Generale, yang meningkat 1,07 persen, dan raksasa penerbangan Eropa Airbus naik 0,96 persen.
Di Spanyol, bursa saham Spanyol ditutup melemah pada perdagangan Senin (29/1), dengan indeks acuan IBEX-35 di Madrid berkurang 0,38 persen atau 39,80 poin, menjadi 10.555,60 poin.
Sebanyak 23 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks IBEX-35 mengalami penurunan harga.
Bankia Spanyol kehilangan 4,31 persen, menjadi penderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chip".
Disusul oleh saham perusahaan listrik Endesa dan perusahaan infrastruktur gas alam Enagas, yang masing-masing turun 3,23 persen dan 3,07 persen.
Di sisi lain, perusahaan kimia dan farmasi Grifols menguat 0,96 persen, merupakan peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.
Diikuti oleh saham perusahaan manufaktur baja ArcelorMittal, yang meningkat 0,62 persen dan peritel terkemuka di dunia Inditex naik 0,59 persen. (*)
Pewarta: suoervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.