London (Antara/Xinhua) - Saham-saham Inggris berakhir lebih rendah pada Senin (15/1), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London turun 9,50 poin atau 0,12 persen menjadi 7.769,14 poin.
GKN, perusahaan komponen otomotif dan dirgantara, melonjak 4,14 persen, merupakan peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham WPP dan ITV, yang masing-masing naik 2,77 persen dan 2,35 persen.
Sementara itu, perusahaan perangkat lunak (software) dan teknologi informasi Inggris, Micro Focus International, mengalami kerugian terbesar (top loser) dari saham-saham unggulan, dengan sahamnya turun 2,94 persen.
Diikuti oleh saham NMC Health, perusahaan perawatan kesehatan multinasional, yang turun 2,26 persen, serta International Consolidated Airlines Group merosot 2,15 persen.
Di Jerman, saham-saham Jerman ditutup lebih rendah pada Senin (15/1), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt melemah 44,52 poin atau 0,34 persen, menjadi 13.200,51 poin.
Maskapai penerbangan Jerman Lufthansa menderita kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan sahamnya jatuh 3,59 persen.
Diikuti oleh saham perusahaan bahan bangunan multinasional HeidelbergCement dan pemasok peralatan cuci ginjal Fresenius Medical, yang masing-masing kehilangan 1,10 dan 0,85 persen.
Di sisi lain, perusahaan media massa Eropa ProSiebenSat.1 mencatat keuntungan paling besar (top gainer) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya meningkat 2,78 persen.
Diikuti oleh saham perusahaan farmasi Merck yang menguat 0,99 persen, dan kelompok energi RWE naik 0,70 persen.
Perusahaan manufaktur elektronik Siemens adalah saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai transaksi mencapai 191,55 juta euro (235,16 juta dolar AS).
Di Prancis, saham-saham Prancis ditutup melemah pada Senin (15/1), dengan indeks acuan CAC-40 di Paris turun 0,13 persen atau 7,37 poin, menjadi 5.509,69 poin.
Sebanyak 25 saham dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC-40 mencatat penurunan harga.
Perusahaan barang mewah Prancis, Kering, jatuh 1,33 persen, merupakan penderita kerugian terbesar (top loser) dari saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham pemasok otomotif asal Prancis Valeo yang turun 1,13 persen, serta STMicroelectronics, produsen elektronik dan semikonduktor multinasional Prancis-Italia, sedikit berkurang 0,95 persen.
Sementara itu, konglomerat media multinasional Prancis, Vivendi, menguat 2,69 persen, merupakan peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.
Disusul oleh saham perusahaan periklanan dan hubungan masyarakat multinasional Prancis, Publicis Groupe, yang meningkat 2,39 persen, serta perusahaan telekomunikasi internasional Bouygues naik 1,21 persen.
Di Spanyol, saham-saham Spanyol berakhir hampir datar pada Senin (15/1), dengan indeks acuan IBEX-35 di Madrid naik tipis 0,05 persen atau 4,80 poin, menjadi 10.467,20 poin.
Perusahaan infrastruktur Acciona melonjak 3,36 persen, merupakan peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".
Disusul oleh saham perusahaan energi terbarukan Siemens Gamesa dan perusahaan listrik Endesa, yang masing-masing naik 2,57 persen dan 1,43 persen.
Sementara itu, grup maskapai penerbangan IAG jatuh 2,57 persen, merupakan penderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan.
Diikuti oleh saham jaringan supermarket DIA yang kehilangan 1,79 persen, serta perusahaan kimia dan farmasi Grifols turun 1,10 persen. (*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.