Madiun (Antaranews Jatim) - Kepala Bulog Subdivre IV Madiun Heriswan menyatakan akan melibatkan pedagang besar atau grosir beras dalam melakukan operasi pasar (OP) beras guna menekan tingginya harga komoditas tersebut di pasaran saat ini.

Menurut dia, dilibatkannya pedagang grosir dalam OP beras tersebut menyusul instruksi dari Kementerian Perdagangan agar Bulog bekerja sama dengan pedagang grosir beras di daerah-daerah untuk menyerap beras dari Bulog dan menyalurkan ke pasar dengan harga yang telah ditentukan.

"Jadi nanti pedagang grosir akan menebus beras ke Bulog dan merekalah yang akan menjual beras Bulog ke pasaran dengan harga tertentu," ujar Heriswan kepada wartawan, di Madiun, Jumat.

Dengan begitu, lanjut dia, dalam OP yang dilaksanakan, beras tidak langsung menuju ke konsumen seperti yang terjadi selama ini. Alurnya, beras akan berhenti dulu di pedagang besar dan pedagang ini yang akan terus mendistribusikan beras OP ke pedagang yang lebih kecil atau pengecer dengan harga yang telah ditentukan.

Adapun beras yang akan dioperasipasarkan adalah beras kualitas medium. Selain itu, juga akan ada harga patokan atau harga eceran tertinggi (HET) yaitu sebesar Rp9.450 per kilogram. "Harga tersebut akan ditulis di spanduk-spanduk yang dibuat untuk OP dan terpasang di kios-kios penyalur," kata Heriswan.

Ia menjelaskan, OP sebetulnya telah diperintahkan dilakukan sejak Oktober lalu. Namun di wilayah Bulog Madiun baru dilaksanakan pada November dan Desember 2017. Hal itu karena permintaan untuk OP belum muncul dari pemda-pemda di wilayah kerja Bulog Sub Divre Madiun.

"Akhir Desember lalu, instruksi menggandeng pedagang besar ini muncul. Untuk wilayah Bulog Madiun, baru Pemkab Ngawi yang telah melaksanakan OP," katanya.

Sedangkan Pemkab Madiun dan Pemkot Madiun, pihaknya baru dalam tahap koordinasi dengan Dinas Perdagangan masing-masing pemda. Sebab mereka yang menunjuk pedagang besar yang bisa menjadi mitra OP nantinya.

Sementara, data Dinas Perdagangan Kota Madiun mencatat, harga beras di pasaran saat ini masih cukup tinggi. Untuk harga beras jenis medium IR 64 masih di kisaran Rp11.000 hingga Rp11.500 per kilogram. Sedangan beras kualitas super seperti Mentik, Bengawan, dan Bramo mencapai Rp12.000 per kilogram.

Kenaikan harga diduga dipengaruhi karena faktor tingginya permintaan di saat kondisi petani belum memasuki masa panen. (*)

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026