Kami juga merawat dan memulangkan para PMKS tersebut ke daerah asalnyaSurabaya (Antara Jatim) - Pemerintah Kota Surabaya mengoptimalkan penanganan permasalahan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang ada di Kota Pahlawan selama 2018.
Kepala Dinas Sosial Surabaya Supomo, di Surabaya, Kamis, mengatakan pihaknya berupaya maksimal untuk menangani permasalahan para PMKS yang terjaring razia Satpol PP.
"Kami juga merawat dan memulangkan para PMKS tersebut ke daerah asalnya," katanya.
Menurut dia, ada beberapa jenis PMKS seperti ODGJ (orang dengan gangguan jiwa), anak jalanan, gelandangan, pengemis, pekerja seks komersial (PSK) dan sebagainya.
Untuk 2017, lanjut dia, pihaknya sudah memulangkan sekitar 1.500 orang PMKS. Untuk pemulangan PMKS, biasanya di kawal oleh satu orang dokter dan satu orang pendamping dari Dinsos.
Sedangkan untuk luar pulau, lanjut dia, menggunakan akomodasi pesawat. Adapun yang sudah dipulangkan kebanyakan PMKS dari beberapa kabupaten kota di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, NTT, Makassar, Sulawesi dan lainnya.
Untuk antisipasi agar mereka tidak kembali, lanjut dia, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah daerah masing-masing.
"Kami antarkan sampai ke keluarga, tentunya banyak keluarga yang berterima kasih, banyak juga kejadian-kejadian yang diluar dugaan, ada juga mereka yang tahlilan sampai 1.000 harinya, dan kemudian tiba-tiba mereka kembali dikira keluarganya sudah meninggal," ujarnya.
Supomo mengatakan di Surabaya ada beberapa panti yang terus dioptimalkan untuk mengurusi PMKS. Salah satunya Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih Surabaya merupakan panti yang terbesar dalam menangani masalah PMKS, dengan jumlah sekitar 1.600 penghuni.
"Di panti sendiri kami tangani layaknya manusia pada umumnya, seperti berobat, pelatihan dan makan dan pakaian yang layak, agar mereka bisa hidup lebih baik," katanya.
Saat ini, lanjut Supomo, Liponsos sendiri telah dilakukan perluasan, sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada para penyandang PMKS. Jumlah penghuni Liponsos saat ini yang laki-laki sekitar 800 dan perempuan sekitar 400, jumlah totalnya mencapai sekitar 1.600 PMKS, dengan dibantu sekitar 150 petugas. (*)
Pewarta: Abdul HakimEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.