London (Antara/Xinhua) - Saham-saham Inggris berakhir lebih rendah pada Senin (27/11), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London turun 0,35 persen atau 25,74 poin, menjadi 7.383,90 poin.

Micro Focus International, perusahaan perangkat lunak dan teknologi informasi multinasional, menderita kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan (blue chips), dengan sahamnya jatuh 3,69 persen.

Disusul oleh saham Antofagasta, kelompok pertambangan tembaga, yang merosot 3,42 persen, dan Anglo American, perusahaan pertambangan multinasional, turun 2,09 persen.

Di sisi lain, GlaxoSmithKline, perusahaan farmasi Inggris, melambung 1,77 persen, merupakan peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham GKN dan Intertek Group, yang masing-masing meningkat sebesar 1,63 persen dan 1,55 persen.

Di Jerman,  saham-saham Jerman ditutup melemah pada Senin (27/11), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt merosot 59,64 poin atau 0,46 persen, menjadi 13.000,20 poin.

Deutsche Bank menderita kerugian paling besar (top loser) dari saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan sahamnya jatuh 1,87 persen.

Diikuti oleh saham produsen semikonduktor Infineon Technologies dan perusahaan media massa Eropa ProSiebenSat.1, yang masing-masing turun 1,86 persen dan 1,09 persen.

Sementara itu, perusahaan perawatan kesehatan Eropa, Fresenius SE, mencatat keuntungan paling besar (top gainer) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya meningkat  1,30 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan penerbangan Jerman Lufthansa serta perusahaan kimia dan farmasi multinasional Bayer, yang masing-masing naik 0,66 persen dan 0,57 persen.

Perusahaan manufaktur dan elektronik Siemens adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari, dengan nilai transaksi mencapai 193,68 juta euro (231,48 juta dolar AS).

Di Spanyol, saham-saham Spanyol ditutup hampir datar pada Senin (27/11), dengan indeks acuan IBEX-35 di Madrid naik tipis 0,10 persen atau 9,60 poin, menjadi 10.063,10 poin.

Perusahaan asuransi Mapfre maju 2,14 persen, menjadikannya peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".

Disusul oleh saham perusahaan energi Iberdrola dan pemasok energi Gas Natural, yang masing-masing naik 1,68 persen dan 1,35 persen.

Sementara itu, jaringan supermarket DIA jatuh 2,27 persen, menjadi penderita kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham perusahaan infrastruktur ACS yang kehilangan 2,13 persen, dan Inmobiliaria Colonial turun 1,46 persen.

Di Prancis, saham-saham Prancis berakhir lebih rendah pada Senin (27/11), dengan indeks acuan CAC-40 di Paris melemah 0,56 persen atau 30,37 poin, menjadi 5.360,09 poin.

Dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC-40, tercatat hanya sembilan saham yang mampu membukukan kenaikan.

 Sodexo, pemimpin dunia dalam kualitas layanan kehidupan maju 1,51 persen, merupakan peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".

Diikuti oleh saham produsen peralatan kendaraan Prancis, Valeo, yang naik 1,16 persen, serta raksasa pengecer Prancis Carrefour bertambah 0,39 persen.

Di sisi lain, grup barang mewah global Prancis, Kering, jatuh 1,88 persen, merupakan penderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham Stmicroelectr, perusahaan di sektor solusi inovatif semikonduktor turun tipis 1,87 persen, serta raksasa infrastruktur Lafargeholcim yang kehilangan 1,56 persen. (*)



Pewarta: Supervisor
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026