London (Antara/Xinhua) - Saham-saham Inggris berakhir menguat pada Selasa (21/11), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London naik 0,30 persen atau 21,88 poin, menjadi 7.411,34 poin.

EasyJet, maskapai penerbangan utama Inggris, melonjak 5,09 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan atau "blue chips".

Diikuti oleh saham NMC Health dan Imperial Brands yang masing-masing meningkat 4,29 persen dan 3,40 persen.

Di sisi lain, perusahaan jasa pendukung Inggris, Babcock International Group, mengalami kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya jatuh 6,76 persen.

Disusul oleh saham kelompok rumah sakit swasta internasional Mediclinic International, yang merosot 5,76 persen, serta Intertek Group, perusahaan multinasional pengujian  dan sertifikasi produk, turun 4,26 persen.

Di Jerman,  saham-saham Jerman ditutup lebih tinggi pada Selasa (21/11), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Franfurt naik 108,88 poin atau 0,83 persen, menjadi 13.167,54 poin.

Produsen otomotif Volkswagen mencatat keuntungan paling banyak (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan sahamnya meningkat 2,96 persen.

Diikuti oleh saham produsen semikonduktor Infineon Technologies dan produsen otomotif Daimler, yang masing-masing naik 2,94 persen dan 1,83 persen.

Sementara itu, kelompok energi RWE menderita kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya jatuh 2,03 persen.

Disusul oleh saham perusahaan bahan bangunan multinasional HeidelbergCement dan perusahaan perawatan kesehatan Eropa Fresenius SE, yang masing-masing turun 1,73 persen dan 0,88 persen.

 Volkswagen adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai transaksi mencapai 660,45 juta euro (773,91 juta dolar AS).


Spanyol dan Prancis

Di Spanyol, saham-saham Spanyol ditutup melemah pada Selasa (21/11), dengan indeks utama IBEX-35 di Madrid turun 0,32 persen atau 32,10 poin, menjadi 9.993,00 poin.

Sebanyak 20 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks IBEX-35 mengalami penurunan harga.

Perusahaan energi terbarukan Siemens Gamesa jatuh 3,36 persen, merupakan penderita kerugian terbesar (top loser) dari saham-saham unggulan atau "blue chips".

Diikuti oleh saham jaringan supermarket DIA dan bank terbesar kelima di Spanyol, Bankia, yang masing-masing turun 2,67 persen dan 1,74 persen.

Sementara itu, perusahaan media Mediaset membukukan keuntungan paling besar (top gainer) dari saham-saham unggulan, dengan sahamnya menguat 2,67 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan manufaktur baja ArcelorMittal yang naik 2,40 persen, dan jaringan hotel Melia Hotels bertambah 2,23 persen.

Di Prancis, saham-saham Prancis berakhir lebih tinggi pada Selasa (21/11), dengan indeks acuan CAC-40 di Paris menguat 0,48 persen atau 25,70 poin, menjadi 5.366,15 poin.

Sebanyak 25 saham dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC-40 berhasil mencatat kenaikan.

Perusahaan manufaktur baja multinasional Luxembourg, ArcelorMittal, meningkat 2,61 persen, merupakan peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan atau "blue chips".

Diikuti oleh saham produsen elektronik dan semikonduktor multinasional Prancis-Italia, STMicroeletronics, yang bertambah 1,92 persen, serta perusahaan penyedia layanan  siklus hidup lengkap yang berbasis di Inggris, TechnipFMC, naik 1,75 persen.

Di sisi lain, kelompok industri Prancis Bouygues turun 1,23 persen, menjadikannya penderita kerugian terbesar (top loser) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan kimia Belgia Solvay yang merosot 1,15 persen, serta perusahaan multinasional Prancis yang mengkhususkan diri pada manajemen energi Schneider Electric, kehilangan 0,56 persen. (*)

Pewarta: Supervisor
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026