London (Antara/Xinhua) - Saham-saham Inggris berakhir melemah pada Rabu (15/11), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London turun 0,56 persen atau 41,81 poin, menjadi 7.372,61 poin.
Perusahaan perawatan kesehatan multinasional NMC Health mencatat kerugian paling besar (top loser) dari saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan sahamnya jatuh 3,61 persen.
Diikuti oleh saham 3i Group, perusahaan ekuitas dan modal ventura swasta Inggris, merosot 3,39 persen, dan Mondi, kelompok kemasan dan kertas internasional, turun 3,10 persen.
Di sisi lain, Fresnillo, perusahaan logam multinasional terkemuka, membukukan keuntungan paling besar (top gainer) dari saham-saham unggulan, dengan sahamnya melonjak 3,27 persen.
Diikuti oleh saham Bunzl dan BT Group, yang masing-masing meningkat sebesar 1,47 persen dan 1,39 persen.
Di Jerman, saham-saham Jerman ditutup lebih rendah pada Rabu (15/11), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt turun 57,11 poin atau 0,44 persen, menjadi 12.976,37 poin.
Kelompok energi RWE mengalami kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips". dengan sahamnya merosot 2,11 persen.
Diikuti oleh perusahaan kimia dan barang konsumsi Henkel, serta perusahaan bahan bangunan multinasional HeidelbergCement, yang masing-masing turun 1,73 persen dan 1,31 persen.
Sementara itu, Deutsche Bank mencatat keuntungan paling besar (top gainer) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya meningkat 2,03 persen.
Diikuti oleh saham Commerzbank dan perusahaan media massa Eropa ProSiebenSat.1, yang masing-masing naik 1,47 persen dan 0,91 persen.
Deutsche Bank adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari, dengan nilai transaksi mencapai 481,34 juta euro (569,90 juta dolar AS).
Di Spanyol, saham-saham Spanyol ditutup lebih tinggi pada Rabu (15/11), dengan indeks acuan IBEX-35 di Madrid menguat 0,24 persen atau 23,50 poin, menjadi 10.013,90 poin.
Perusahaan teknik dan infrastruktur Tecnicas Reunidas mencatat keuntungan paling besar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan sahamnya melonjak 4,95 persen.
Disusul oleh saham perusahaan energi terbarukan Siemens Gamesa dan jaringan hotel Melia Hotels, yang masing-masing naik 3,32 persen dan 1,97 persen.
Sementara itu, perusahaan energi Spanyol, Repsol, mengalami kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya jatuh 3,10 persen.
Diikuti oleh saham perusahaan kimia dan farmasi Grifols yang kehilangan 1,73 persen, dan perusahaan infrastruktur gas alam Enagas turun 1,55 persen.
Di Prancis, saham-saham Prancis berakhir lebih rendah pada Rabu (15/11), dengan indeks acuan CAC-40 di Paris melemah 0,27 persen atau 14,33 poin, menjadi 5.301,25 poin.
Sebanyak 30 saham dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC-40 mengalami penurunan harga.
Perusahaan minyak dan gas Technipfmc anjlok 3,93 persen, merupakan pencetak kerugian terbesar (top loser) dari saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham konglomerat media massa multinasional Prancis Vivendi, yang jatuh 2,38 persen, serta pemasok otomotif multinasional Prancis Valeo turun 2,05 persen.
Di sisi lain, perusahaan ruang angkasa (aerospace) dan pertahanan multinasional Eropa, Airbus Group, mencatat keuntungan paling besar (top gainer) dari saham-saham unggulan, dengan sahamnya menguat 2,35 persen.
Diikuti oleh saham Credit Agricole, jaringan koperasi dan bank devisa Prancis, yang bertambah 0,64 persen, serta kelompok industri Prancis, Bouygues, naik 0,61 persen. (*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.