Jakarta (Antara) -Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi, bergerak menguat sebesar 17 poin sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia (IHSG BEI) menguat sebesar 6,16 poin.
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi, bergerak menguat sebesar 17 poin menjadi Rp13.497 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.514 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa nilai tukar rupiah mendapatkan momentum penguatan terhadap dolar AS seiring belum adanya kepastian kebijakan pemangkasan pajak di Amerika Serikat.
"Laju dolar AS cenderung melemah seiring kekhawatiran akan tidak tercapainya kesepakatan program reformasi perpajakan AS," katanya.
Ia mengatakan bahwa pelemahan dolar AS juga dipicu harga minyak mentah dunia yang meningkat menyusul konflik geopolitik di Timur Tengah.
Terpantau harga minyak jenis WTI Crude pada Kamis (9/11) menguat 0,19 persen ke level 56,92 dolar AS per barel, dan Brent Crude naik 0,28 persen menjadi 63,67 dolar AS per barel.
Dari dalam negeri, lanjut dia, sentimennya cukup kondusif, pelaku pasar masih optimistis terhadap ekonomi Indonesia yang masih akan terus tumbuh meski dibayangi kondisi global yang bervariasi.
Analis PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong menambahkan bahwa pergerakan rupiah relatif terbatas di tengah penantian pelaku pasar keuangan terhadap pidato Janet Yellen pada pekan ini mengenai sinyal kenaikan suku bunga di akhir tahun ini dan 2018.
"Pelaku pasar akan mencerna kebijakan The Fed selanjutnya. Kondisi itu dapat membuat pelaku pasar mengambil posisi 'wait and see'," katanya.
IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia (IHSG BEI), Kamis, dibuka menguat sebesar 6,16 poin seiring dengan investor yang kembali mengambil posisi aksi beli.
IHSG BEI dibuka menguat 6,16 poin atau 0,10 persen menjadi 6.055,54. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 1,57 poin (0,16 persen) menjadi 1.009,99.
Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa pergerakan bursa saham di kawasan Asia yang cenderung menguat membuat sebagian investor melakukan kembali aksi beli sehingga mendorong IHSG kembali berada di area positif.
"Sebagian investor melakukan aksi beli secara selektif dengan memanfaatkan pelemahan saham sebelumnya," katanya.
Ia mengharapkan aksi beli ini dapat terjaga sehingga IHSG dapat menemukan kembali momentum penguatan sehingga membuka peluang menembus level tertinggi baru.
Sementara itu, Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere mengatakan bahwa investor sedang fokus pada isu geopolitik di semenanjung Korea dan Timur Tengah.
Ia mengemukakan bahwa Presiden Amerika Serikat dalam kunjungannya ke Korea Selatan meminta internasional bergabung untuk memaksimalkan tekanan terhadap Korea Utara. Sementara itu, dari Timur Tengah, ketegangan cenderung meningkat pascakelompok pemberontak menembakkan roket dari Yaman ke Arab Saudi.
"Ketegangan itu dapat membuat investor khawatir dan diperkirakan juga dapat menahan pergerakan IHSG," katanya.
Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei naik 447,39 poin (1,96 persen) ke 23.361,96, indeks Hang Seng menguat 199,32 poin (0,69 persen) ke 29.106,92, dan Straits Times menguat 2,63 poin (0,08 persen) ke posisi 3.424,85. (*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.