Washington  (Antara/Xinhua) - Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada Rabu (1/11) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah, di tengah spekulasi tentang penunjukan Ketua Fed berikutnya oleh Presiden AS Donald Trump.

Pasar tenaga kerja AS "terus menguat" dan aktivitas ekonomi "telah meningkat pada tingkat yang solid" meskipun ada gangguan terkait badai, komite pembuat kebijakan Fed mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan dua hari mereka.

Mengutip pengalaman masa lalu, bank sentral mengatakan badai, yang melanda kawasan Gulf Coast pada akhir Agustus dan September, "tidak mungkin secara material mengubah jalannya ekonomi nasional dalam jangka menengah."

Perekonomian AS tumbuh pada tingkat tahunan 3,0 persen pada kuartal ketiga tahun ini, sedikit lebih rendah dari 3,1 persen pada kuartal sebelumnya, Departemen Perdagangan AS melaporkan pekan lalu.

Mengingat realisasi dan ekspektasi kondisi-kondisi pasar tenaga kerja dan inflasi, bank sentral memutuskan untuk mempertahankan kisaran target suku bunga federal funds pada 1,0 persen hingga 1,25 persen.

Keputusan The Fed datang sehari sebelum Trump berencana mengumumkan pilihannya untuk pemimpin bank sentral berikutnya.

"Saya akan mengumumkan ketua baru Federal Reserve besok... Saya pikir Anda akan sangat terkesan dengan orang ini," Trump mengatakan pada pertemuan kabinet, Rabu (1/11).

Trump baru saja menyelesaikan wawancara dengan lima kandidat untuk Ketua Fed berikutnya, termasuk gubernur Fed saat ini Jerome Powell, ekonom Stanford University John Taylor, mantan gubernur Fed Kevin Warsh, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih Gary Cohn dan Ketua Fed saat ini Janet Yellen, yang masa jabatannya berakhir Februari mendatang.

Beberapa media AS melaporkan bahwa Trump kemungkinan besar akan menunjuk Powell, seorang pejabat Republik dan mantan pejabat Departemen Keuangan AS, untuk jabatan tersebut. Jika Trump mencalonkan dia, Powell kemungkinan akan melanjutkan pendekatan Yellen secara bertahap dan berhati-hati dalam mengetatkan kebijakan moneternya.

"Jika Trump menunjuk Powell untuk mengganti Yellen, ini akan menyiratkan kontinuitas dalam kebijakan suku bunga Federal Reserve dan kebijakan neraca, setidaknya untuk sementara waktu," kata Lewis Alexander, kepala ekonom AS di Nomura.(*)


Pewarta: Supervisor
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026