Malaka,(Antara/Reuters) - Penyerang Suriah Omar Al Somah mencetak gol penalti pada menit ke-85 untuk memelihara harapan negaranya tampil di Piala Dunia, ketika negara yang tercabik-cabik perang itu mampu bangkit dari ketinggalan untuk bermain imbang 1-1 dengan Australia pada leg pertama playoff konfederasi Asia pada Kamis.

Terpaksa memainkan pertandingan-pertandingan kandang mereka di Malaysia karena masalah keamanan, Suriah tertinggal terlebih dahulu ketika Robbie Kruse memasukkan bola ke gawang dari jarak dekat pada babak pertama namun tim yang tidak diunggulkan itu pantang menyerah saat menghadapi lawan yang jauh lebih berpengalaman.

Setelah terlihat kerepotan selama 60 menit, Suriah perlahan-lahan mulai menemukan iramanya dan kemudian mendapatkan hasil yang akan memberikan kepercayaan diri kepada mereka menjelang pertandingan leg kedua pekan depan di Sydney.

Tandukan Al Somah membentur mistar gawang, di mana bola memantul kembali menuju tangan kiper Mathew Ryan pada menit ke-77, namun penyerang Al Ahli itu tidak gagal dalam menunaikan tugasnya sebagai eksekutor penalti setelah wasit menilai ia didorong oleh Mathew Leckie di kotak terlarang.

Kedua tim nyaris mencetak gol penentu kemenangan pada menit-menit akhir pertandingan yang berlangsung dramatis, namun hasil imbang merupakan hasil yang adil dengan mempertimbangkan permainan kedua tim.

 "Kami bekerja keras pada kondisi-kondisi sulit dan kami akan kembali ke Australia dan menyelesaikan pekerjaan di sana. Kami tidak sabar untuk leg kedua dan mendapatkan hasil bagus di sana," kata gelandang Australia Mark Milligan kepada para pewarta.

    
 Taktik bola panjang
Australia terlihat akan menghadapi perlawanan berat di Stadion Hang Jebat yang terisi penuh di Malaka, namun trio pemain bertahan mereka mampu mengatasi para penyerang Suriah dengan cukup baik dan Aaron Mooy melakukan pergerakan-pergerakan bagus di lini tengah untuk memberi keuntungan kepada tim tamu.

Pelatih "Socceroos" Ange Postecoglou secara mengejutkan tidak menggunakan gaya bermain operan pendeknya, ia justru memainkan pengatur permainan Huddersfield Mooy dalam peran sebagai "quarterback," bola-bola panjangnya kerap menimbulkan kepanikan di pertahanan Suriah, khususnya di sisi kanan.

Milligan menjadi pemain pertama yang nyaris mengemas gol pada menit ke-19 ketika tembakan jarak jauhnya dapat ditepis melebar oleh Ibrahim Alma, dan Leckie semestinya dapat menyepak dengan lebih baik saat tendangannya dari jarak dekat melambung tinggi lima menit berselang.

Suriah akhirnya mampu menciptakan peluang pada menit ke-34 ketika Al Somah menggebrak di sisi kanan untuk mengirim umpan silang bagi Omar Khribin, namun mitranya di lini serang itu menyepak bola melebar dari jarak dekat saat ia telah menaklukkan Ryan.

Kedua pemain ini kembali bekerja sama empat menit kemudian ketika pemain Al Hilal Khribin menyepak operan Al Somah menjadi melebar, sebelum Australia mengendalikan permainan pada menit ke-40 melalui gol pembukaan yang diciptakan oleh para pemain yang berkiprah di Jerman.

Pemain sayap Hertha Berlin Leckie menjadi arsitek ketika ia bekerja keras untuk membongkar pertahanan lawan di sektor kanan, pemain 26 tahun itu kemudian bergerak memotong dan mengirimkan bola kepada pemain VfL Bochum, Kruse, untuk dimasukkan dari jarak dekat.

Australia memulai babak kedua dengan penampilan yang lebih meyakinkan dan semestinya dapat menggandakan keunggulan mereka pada menit ke-48 ketika Tomi Juric berdiri bebas, namun dua peluang penyerang Luzern itu dapat digagalkan.

Pemenang pertandingan playoff akan menjalani dua leg playoff antar benua melawan tim peringkat keempat dari wilayah CONCACAF bulan depan, di mana satu tiket menuju Rusia telah menanti untuk tim yang menang. (*)


Pewarta: Supervisor
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026