Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi, bergerak menguat sebesar 16 poin sedangkan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Kamis dibuka menguat tipis sebesar 3,25 poin.
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi, bergerak menguat sebesar 16 poin menjadi Rp13.461 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.477 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis Monex Investindo Futures Putu Agus di Jakarta, Kamis mengatakan bahwa dolar AS mengalami pelemahan terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah menyusul munculnya nama Jerome Powell sebagai salah satu kandidat kuat pengganti Janet Yellen sebagai pimpinan The Fed.
"Powell saat ini merupakan anggota FOMC, pasar menganggap Powell memiliki sikap lebih hati-hati untuk menaikan suku bunga (dovish), sehingga ketika namanya muncul menjadi kandidat pimpinan The Fed, dolar AS cenderung melemah," katanya.
Ia menambahkan bahwa menurunnya yield obligasi Amerika Serikat turut menjadi salah satu faktor yang menekan dolar AS. Pelaku pasar uang saat ini cenderung "wait and see" terhadap pembahasan rencana pemotongan pajak dan masa depan undang-undang kesehatan Amerika Serikat.
Analis Binaarthe Sekuritas Reza Priyambada menambahkan bahwa rupiah masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatannya terhadap dolar AS di tengah sentimen dari Amerika Serikat yang cenderung "dovish" terhadap suku bunga acuannya.
"Pelaku pasar di dalam negeri mengambil kesempatan dovish itu dengan kembali melakukan akumulasi aset-aset berdenominasi rupiah. Permintaan aset yang meningkat akan endorong rupiah terapresiasi," katanya.
Meski demikian, lanjut dia, penguatan rupiah masih harus kembali diuji ketahanannya mengingat sentimen yang beredar dapat berubah. Oleh karena itu, pelaku pasar diharapkan tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat pergerakan rupiah kembali bervariasi.
IHSG
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Kamis dibuka menguat tipis sebesar 3,25 poin meski dibayangi sentimen negatif eksternal, terutama dari Korea.
IHSG BEI dibuka menguat 3,25 poin atau 0,05 persen menjadi 5.954,72 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,82 poin (0,06 persen) menjadi 992,78 poin.
"IHSG kembali bergerak menguat, namun relatif terbatas di tengah ketidakpasatian global," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Kamis.
Nico Omer mengemukakan bahwa situasi geopolitik yang terjadi di Korea Utara masih menjadi salah satu faktor yang dikhawatirkan pasar, situasi itu dinilai dapat mengangggu pertumbuhan negara-negara di kawasan Asia.
"Kondisi geopolitik di Korea Utara yang memanas dapat berdampak ke ekonomi negara global, terutama di negara-negara Asia, termasuk Indonesia," katanya.
Sementara dari dalam negeri, lanjut dia, sentimennya relatif cukup kondusif. Pemerintah menyampaikan daya beli masyarakat tidak mengalami penurunan menyusul ekonomi Indonesia yang sedang menggeliat, didukung oleh pertumbuhan di berbagai sektor.
Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menambahkan bahwa optimisme pasar terhadap perbaikan ekonomi Indonesia terlihat dari terjaganya inflasi, peningkatan cadangan devisa, tren surplus neraca perdagangan, dan data positif lainnya sehingga mempengaruhi pola gerak IHSG.
Di sisi lain, lanjut Reza, nilai tukar rupiah yang mengalami apresiasi terhadap dolar AS turut memberi optimisme pelaku pasar saham untuk kembali melakukan akumulasi saham-saham di dalam negeri.
Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei turun 1,75 poin (0,01 persen) ke 20.624,49, indeks Hang Seng menguat 205,97 poin (0,73 persen) ke 28.379,18, dan Straits Times menguat 17,85 poin (0,57 persen) ke posisi 3.254,90. (*)
Pewarta: Zubi MahrofiEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.