Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu pagi, bergerak menguat sebesar 25 poin menjadi Rp13.349, sedangkan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat tipis sebesar 4,25 poin.
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu pagi, bergerak menguat sebesar 25 poin menjadi Rp13.349 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.374 per dolar Amerika Serikat (AS).
"Nilai tukar rupiah menguat, kondisi ekonomi domestik yang cukup stabil menjadi salah satu faktor yang menopang," analis Binaartha Sekuritas Reza Priyabada di Jakarta, Rabu.
Ia mengemukakan bahwa Bank Pembangunan Asia (ADB) memproyeksikan ekonomi Indonesia masih mengalami penguatan dan berpotensi tumbuh sebesar 5,1 persen pada 2017 serta 5,3 persen pada 2018.
Kendati demikian, lanjut dia, apresiasi rupiah terhadap dolar AS relatif masih terbatas di tengah iklim geopolitik yang terjadi di kawasan Asia. Kondisi itu dapat membatasi minat terhadap aset-aset di negara berkembang, seperti Indonesia.
"Kondisi eksternal yang relatif kurang kondusif itu membuat sebagian pelaku pasar berhati-hati terhadap aset negara berkembang," tuturnya.
Sementara itu, Analis PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong mengatakan bahwa harga minyak mentah dunia yang nisbi stabil di level 50 dolar AS per barel masih menjaga fluktuasi mata uang berbasis komoditas, seperti rupiah di area positif.
Terpantau harga minyak jenis WTI Crude menguat 0,50 persen menjadi 52,14 dolar AS per barel, dan Brent Crude naik 0,34 persen menjadi 58,64 dolar AS per barel.
Di sisi lain, lanjut dia, kemungkinan Bank Indonesia juga berada di pasar untuk menjaga rupiah di tengah kondisi eksternal yang cenderung negatif, dengan begitu fluktuasi mata uang domestik tetap stabil.
IHSG
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Rabu dibuka menguat tipis sebesar 4,25 poin di tengah minimnya sentimen positif dari eksternal.
IHSG BEI dibuka menguat 4,25 poin atau 0,07 persen menjadi 5.868,21 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak menguat 0,78 poin (0,09 persen) menjadi 976,61 poin.
"Di tengah ketidakpastian pasar terutama dari global membuat pergerakan IHSG terbatas. Artinya, potensi koreksi bagi IHSG bisa kembali terjadi," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan bahwa krisis di semenanjung Korea membuat pergerakan bursa saham bervariasi dengan kecenderungan tertekan. Menteri Luar Negeri Korea Utara mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump telah mendeklarasikan perang.
Ia mengharapkan bahwa sentimen dari dalam negeri yang cukup positif menyusul pandangan lembaga keuangan internasional terhadap ekonomi Indonesia, Bank Pembangunan Asia (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,1 persen pada tahun ini dan 5,3 persen pada tahun 2018 dapat mengimbangi sentimen eksternal sehingga kinerja IHSG tetap terjaga ke depannya.
"Dengan peringkat Indonesia di level 'investment grade' diharapkan mempercepat arus modal masuk termasuk investasi langsung ke dalam negeri," katanya.
Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei turun 59,22 poin (0,29 persen) ke 20.270,97, indeks Hang Seng menguat 130,15 poin (0,47 persen) ke 27.643,16, dan Straits Times menguat 19,89 poin (0,58 persen) ke posisi 3.230,30. (*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.