London (Antara) - Saham-saham Inggris ditutup lebih rendah pada Kamis (14/9), dengan indeks acuan FTSE-100 di London melemah 1,14 persen atau 84,31 poin menjadi 7.295,39 poin.

Peritel pakaian dan produk-produk rumah asal Inggris Next melonjak 13,06 persen, menjadikannya peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", lapor Xinhua. 

Berikutnya, saham GKN dan Marks & Spencer Group yang masing-masing meningkat 3,15 persen dan 2,80 persen.

Sementara itu, jaringan supermarket besar Inggris Wm Morrison Supermarket menjadi pemain terburuk (top loser) di antara saham-saham ungulan, dengan sahamnya jatuh 5,14 persen.

Diikuti oleh Experian, kelompok layanan informasi global, merosot turun 4,83 persen, serta Taylor Wimpey, perusahaan bangunan asal Inggris, turun 3,67 persen.

Di Jerman, saham-saham Jerman ditutup hampir datar pada Kamis (14/9), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt turun tipis 13,12 poin atau 0,10 persen menjadi 12.540,45 poin.

Kelompok energi Jerman RWE mengalami kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan sahamnya jatuh 2,40 persen, lapor Xinhua.

Diikuti oleh saham kelompok energi Jerman lainnya, E.ON yang merosot 2,15 persen, serta operator bursa untuk perdagangan saham dan sekurita Deutsche Bourse, kehilangan 1,46 persen.

Di sisi lain, spesialis ban Continental meraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya meningkat 2,13 persen.

Diikuti oleh saham produsen otomotif BMW dan Daimler, yang masing-masing naik 0,59 persen dan 0,52 persen.

Perusahaan manufaktur dan elektronika Siemens adalah saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai transaksi mencapai 249,77 juta euro (296,85 juta dolar AS).

Di Spanyol, bursa saham Spanyol ditutup melemah pada Kamis (14/9), dengan indeks acuan IBEX-35 di Madrid turun 0,10 persen atau 9,9 poin menjadi 10.361,10 poin.

Sebanyak 23 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan mengalami penurunan, lapor Xinhua.

Pemasok energi Gas Natural memimpin penurunan dengan kehilangan 3,15 persen, disusul oleh perusahaan energi terbarukan Siemens Gamesa serta pemasok listrik R.E.C. yang masing-masing turun 3,02 persen dan 2,46 persen.

Di sisi lain, operator jasa-jasa dan infrastruktur global Ferrovial memimpin kenaikan dengan bertambah 1,37 persen, diikuti oleh bank terbesar Spanyol Banco Santander serta perusahaan energi Spanyol Repsol yang masing-masing naik 1,14 persen dan 1,07 persen.

Di Prancis, saham-saham Prancis berakhir lebih tinggi pada Kamis (14/9), dengan indeks acuan CAC-40 di Paris menguat 0,15 persen atau 7,61 poin menjadi 5.225,20 poin.

Sebanyak 22 saham dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan berhasil mencatat kenaikan, lapor Xinhua.

Pemimpin global dalam proyek minyak, gas, teknologi sistem, dan jasa-jasa Technipfmc maju 3,26 persen, peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan atau "blue chips". 

Diikuti oleh saham pemasok otomotif asal Prancis Valeo yang meningkat 2,95 persen, serta perusahaan periklanan dan "public relations" multinasional Prancis Publicis naik 1,93 persen.

Sementara itu, pemimpin global Prancis dalam kualitas layanan kehidupan, Sodexo, turun sebesar 1,26 persen, merupakan penderita kerugian terbesar (top loser) dari saham-saham unggulan. 

Diikuti oleh saham konglomerat media multinasional Prancis Vivendi yang turun tipis 0,99 persen, serta ahli manajemen energi Prancis Engie kehilangan 0,89 persen. (*)
 



Pewarta: Supervisor
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026