Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi, bergerak menguat sebesar 11 poin, sedangkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah 5,69 poin.
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi, bergerak menguat sebesar 11 poin menjadi Rp13.313 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.324 per dolar Amerika Serikat (AS).
"Nilai tukar rupiah masih bergerak stabil tetap dengan kecenderungan penguatan. Inflasi domestik yang turun memberikan sentimen positif walaupun terbatasi kekhawatiran bahwa inflasi yang turun lebih akibat penurunan daya beli masyarakat," kata Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Kamis.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi pada Juli 2017 sebesar 0,22 persen. Dengan demikian tingkat inflasi tahun kalender Januari-Juli 2017 tercatat mencapai 2,6 persen dan inflasi dari tahun ke tahun (yoy) sebesar 3,88 persen.
Rangga Cipta menambahkan bahwa saat ini pelaku pasar sedang fokus pada data pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal kedua 2017. Diharapkan mencatatkan pertumbuhan sehingga dapat menopang rupiah ke depannya.
Kendati demikian, menurut dia, penguatan rupiah berpeluang terganggu di tengah dolar AS yang mulai menguat di pasar global seiring dengan koreksi harga minyak mentah dunia.
"Harga minyak mentah yang sempat masuk dalam tren kenaikan pada pekan lalu, mulai terkoreksi. Kali ini data persediaan minyak mentah AS yang naik melebihi ekspektasi, menjadi penyebabnya," katanya.
Terpantau harga minyak jenis WTI Crude melemah 0,30 persen menjadi 49,44 dolar AS per barel, dan Brent Crude turun 0,34 persen menjadi 52,18 dolar AS per barel.
Namun, menurut dia, penguatan dolar AS di pasar global cenderung jangka pendek, karena bukan didukung dari adanya optimisme terhadap laju perekonomian Amerika Serikat.
IHSG
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Kamis dibuka melemah 5,69 poin seiring dengan sentimen negatif eksternal.
IHSG BEI dibuka turun 5,69 poin atau 0,10 persen menjadi 5.818,55 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak melemah 1,43 poin (0,15 persen) menjadi 970,58 poin.
"Di tengah ancaman kelebihan pasokan minyak dunia dan geopolitik global menjadi salah satu pemicu pelemahan IHSG," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Kamis.
Berkenaan dengan harga minyak, Nico Omer mengatakan bahwa ekspor minyak mentah Libya naik ke level tertinggi dalam tiga tahun di tengah Organisasi Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) dan sejumlah negara non-OPEC berupaya membatasi surplus pasokan global.
Di sisi lain, lanjut Nico, ancaman serangan Amerika Serikat ke Korea Utara menyusul pengembangan rudal jarak jauh yang bisa membawa nuklir. Pemerintah Korea Utara menyatakan telah berhasil melakukan peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) untuk kedua kalinya.
Dari dalam negeri, ia mengatakan bahwa sentimen mengenai pemerintah yang akan berupaya membuat proses perizinan impor, terutama untuk bahan baku, menjadi lebih cepat diharapkan direspon positif pasar.
"Dengan penyederhanaan tahapan perizinan dapat memudahkan pengusaha UMKM memperoleh izin impor bahan baku. Diharapkan situasi itu dapat mendoroong aktivitas ekonmi lebih bergerak," katanya.
Sementara itu,analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan bahwa nilai tukar rupiah yang kembali terapresiasi terhadap dolar AS turut menambah sentimen positif bagi IHSG.
"Diharapkan, di tengah sentimen domestik yang relatif positif dapat memicu investor asing melakukan aksi beli," kata Reza.
Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei turun 71,42 poin (0,36 persen) ke 20.007,64, indeks Hang Seng melemah 163,84 poin (0,59 persen) ke 27.443,54, dan Straits Times melemah 15,79 poin (0,46 persen) ke posisi 3.332,59. (*)
Pewarta: Zubi MahrofiEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.