London (Antara/Xinhua) - Saham-saham Inggris ditutup hampir datar pada Senin (31/7), dengan indeks acuan FTSE-100 di London sedikit menguat 0,05 persen atau 3,63 poin, menjadi 7.372,00 poin.
Severn Trent, perusahaan air minum Inggris, melonjak 4,09 persen, merupakan peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham United Utilities Group dan Hargreaves Lansdown yang masing-masing bertambah 2,98 persen dan 2,83 persen.
Sementara itu, perusahaan rokok multinasional Imperial Brands merupakan pemain dengan kinerja terburuk dalam kelompok saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 5,90 persen.
Diikuti oleh saham British American Tobacco, perusahaan tembakau multinasional Inggris, berkurang 4,97 persen, dan Rolls-Royce Holdings, perusahaan teknik unggulan Inggris, turun 4,41 persen.
Di Jerman, bursa saham Jerman berakhir lebih rendah pada Senin, dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt melemah 44,45 poin atau 0,37 persen menjadi 12.118,25 poin.
Perusahaan jasa perbankan dan keuangan global Jerman Deutsche Bank menderita kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan harga sahamnya jatuh 2,07 persen.
Diikuti oleh saham raksasa industri Thyssenkrupp yang merosot 1,54 persen, dan produsen otomotif Volkswagen turun 1,43 persen.
Di sisi lain, perusahaan perawatan pribadi Jerman Beiersdorf membukukan keuntungan paling besar (top gainer) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya naik 1,91 persen.
Diikuti oleh saham kelompok energi RWE yang meningkat 1,57 persen, dan perusahaan barang konsumsi Henkel bertambah 1,22 persen.
Kelopok perusahaan kimia BASF merupakan saham yang paling aktif diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai 302,72 juta euro (354,99 juta dolar AS).
Di Prancis, saham-saham Prancis berakhir lebih rendah pada Senin (31/7), dengan indeks acuan CAC-40 di Paris turun 0,73 persen atau 37,62 poin menjadi 5.093,77 poin.
Sebanyak 32 saham dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan mengalani penurunan harga.
Kelompok industri Prancis Legrand jatuh 4,48 persen, menempati posisi teratas daftar penderita kerugian terbesar (top loser) dari saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham perusahaan Prancis yang memproduksi lensa oftalmik, Essilor Intl. yang merosot 4,03 persen, serta perusahaan ruang angkasa atau "aerospace" dan pertahanan multinasional Eropa Airbus turun 2,46 persen.
Di sisi lain, kelompok perusahaan pengolahan air dan limbah Prancis Veolia Environment menduduki posisi teratas daftar peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya naik 2,03 persen.
Diikuti oleh saham raksasa baja ArcelorMittal yang bertambah 0,77 persen, dan perusahaan barang mewah Prancis Kering menguat 0,70 persen.
Di Prancis, saham-saham Spanyol ditutup lebih rendah pada Senin (31/7), dengan indeks acuan IBEX-35 di Madrid turun 0,32 persen atau 33,9 poin menjadi 10.502,20 poin.
Sebanyak 21 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan, mengalami penurunan harga.
Perusahaan energi terbarukan Siemens Gamesa memimpin penurunan (top loser) atas saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 5,01 persen.
Diikuti oleh saham perusahaan jaringan supermarket DIA serta perusahaan teknik dan infrastruktur Tecnicas Reunidas yang masing-masing kehilangan 4,95 persen dan 3,43 persen.
Sementara itu, pemasok energi Gas Natural memimpin kenaikan (top gainer) atas saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya melompat 2,17 persen.
Dikuti oleh saham perusahaan kimia dan farmasi Grifols yang bertambah 2,04 persen, serta operator bandara Spanyol AENA naik 1,23 persen. (*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.