London (Antara) - Saham-saham Inggris berakhir lebih tinggi pada Senin (17/7), dengan indeks acuan Financial Times Stocks Exchange (FTSE)-100 di London naik 0,35 persen atau 25,74 poin menjadi 7.404,13 poin.

Ashtead Group, perusahaan penyewaan peralatan industri Inggris, melonjak 3,42 persen, merupakan peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan (blue chips). 

Diikuti oleh saham Micro Focus International dan Antofagasta, yang masing-masing meningkat 3,30 persen dan 2,27 persen.

Sementara itu, perusahaan tembakau multinasional Inggris Imperial Brands menjadi pemain terburuk (top loser) dalam saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya turun 1,63 persen.

Diikuti oleh saham Experian, grup layanan informasi global, turun 1,51 persen, dan Sage Group, perusahaan perangkat lunak asal Inggris, turun 1,10 persen.

Di Jerman,  bursa saham Jerman dalam sesi perdagangan berakhir lebih rendah pada Senin (17/7), dengan indeks acuan 30 saham unggulan (DAX-30) di Bursa Efek Frankfurt turun 44,56 poin atau 0,35 persen menjadi 12.587,16 poin.

Asosiasi perumahan Vonovia menderita kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan (blue chips), dengan harga sahamnya turun 1,11 persen.

Berikutnya, saham perusahaan manufaktur dan elektronika Siemens dan penyedia layanan perbankan dan keuangan Commerzbank, yang masing-masing kehilangan 1,02 persen dan 0,95 persen.

Sementara itu, maskapai penerbangan Jerman Lufthansa, pembuat peralatan olahraga Adidas dan raksasa industri Thyssenkrupp adalah tiga peraih keuntungan teratas (top gainers), masing-masing meningkat 1,01 persen, 0,86 persen dan 0,85 persen.

Siemens merupakan saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai trandsaksi mencapai 200,28 juta euro.

Di Spanyol,  sejumlah saham perusahaan di Spanyol ditutup hampir datar pada Senin (17/7), dengan indeks acuan 35 saham unggulan (IBEX-35) di Madrid turun tipis 0,04 persen atau 3,9 poin menjadi 10.651,20 poin.

Sebanyak 14 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan mengalami penurunan harga.

Pemasok energi Gas Natural memimpin penurunan dengan kehilangan 3,25 persen, diikuti oleh bank terbesar Spanyol Banco Santander dan grup maskapai IAG yang masing-masing kehilangan 1,04 persen dan 0,88 persen.

Sementara itu, perusahaan konsultan dan teknologi Indra A memimpin kenaikan dengan bertambah 2,87 persen, diikuti oleh jaringan supermarket DIA naik 1,81 persen dan jaringan Melia Hotels bertambah 1,63 persen.

Di Prancis, berbagai saham di bursa efek Prancis ditutup hampir datar pada Senin (17/7), dengan indeks acuan 40 perusahaan besar (CAC-40) di Paris turun tipis 0,10 persen atau 5,14 poin menjadi 5.230,17 poin.

Sebanyak 21 saham dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan mencatat penurunan harga.

Perusahaan ruang angkasa dan pertahanan multinasional Eropa Airbus Group sahamnya jatuh 1,23 persen, merupakan penderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan (blue chips).

Keadaan tersebut diiikuti oleh saham konglomerat media massa multinasional Prancis, Vivendi yang berkurang 1,06 persen, dan perusahaan farmasi multinasional Prancis Sanofi turun tipis 0,92 persen.

Sementara itu, pembuat bahan bangunan LafargeHolcim naik 1,48 persen, merupakan peraih keuntungan terbesat (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Hal itu diikuti oleh saham raksasa baja ArcelorMittal yang naik 1,30 persen, dan saham perusahaan kimia Belgia Solvay naik 1,29 persen. (*)


Pewarta: Supervisor
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026