Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu pagi, bergerak menguat sebesar 33 poin, sementara indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), dibuka menguat tipis sebesar 3,23 poin.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu pagi, bergerak menguat sebesar 33 poin menjadi Rp13.357 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.390 per dolar Amerika Serikat (AS).

"Rupiah melanjutkan normalisasinya setelah sempat mengalami koreksi tajam pada pekan lalu, dukungan penguatan surat utang negara (SUN) menjadi salah satu faktor yang menopang kurs domestik," kata ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Rabu.

Rangga Cipta menambahkan bahwa sentimen eksternal juga turut mendukung rupiah untuk kembali menguat menyusul data jumlah lowongan pekerjaan AS yang menurun, situasi itu membuat dolar AS di pasar global cenderung mengalami depresiasi.

"Data jumlah lowongan pekerjaan AS yang buruk juga menekan dolar AS. JOLTS (Job Openings and Labor Turnover Survey) Amerika Serikat Mei 2017 turun menjadi menjadi 5,7 juta," paparnya.

Kendati demikian, Rangga mengatakan bahwa masih adanya kekhawatiran terhadap dampak buruk pelebaran defisit di dalam negeri dapat membuat apresiasi rupiah lebih tinggi terhadap dolar AS dapat tertahan. Dalam RAPBNP 2017, proyeksi pencapaian defisit anggaran diproyeksikan sebesar 2,92 persen terhadap PDB.

Di sisi lain, lanjut dia, tingkat keyakinan konsumen pada Juni 2017 yang turun juga dapat menjadi faktor penahan laju rupiah. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juni 2017 sebesar 122,4 atau turun 3,5 poin dari Mei 2017.

Sementara itu,analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menambahkan bahwa laju harga minyak mentah dunia yang mulai menguat diharapkan dapat berlanjut sehingga turut menopang mata uang rupiah untuk menguat terhadap dolar AS.

"Harga minyak mentah dunia yang menguat di atas level 44 dolar AS per barel menjai sentimen positif bagi mata uang berbasis komoditas," kata Reza.

Terpantau harga minyak jenis WTI Crude menguat 1,69 persen menjadi 45,80 dolar AS per barel, dan Brent Crude naik 1,45 persen menjadi 48,21 dolar AS per barel. 


IHSG


Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Rabu dibuka menguat tipis sebesar 3,23 poin seiring dengan sebagian investor yang mulai melakukan aksi beli.

IHSG BEI dibuka naik 3,23 poin atau 0,06 persen menjadi 5.776,56 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak menguat 0,37 poin (0,04 persen) menjadi 966,99 poin.

"Aksi beli bertahap oleh investor yang mulai terjadi kembali mendorong IHSG kembali bergerak dalam area positif," kata analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Rabu.

Menurut Reza, salah satu pemicu investor melakukan aksi beli saham yakni mulai terbatasnya pergerakan imbal hasil obligasi global, situasi itu berimbas positif pada sejumlah indeks saham global, termasuk IHSG yang memanfaatkan momen tersebut.

"Dengan asumsi aksi beli yang kembali terjadi itu maka IHSG dapat kembali masuk dalam tren penguatan. Meski demikian, tetap antisipasi sentimen yang dapat membuat arah IHSG kembali variatif," katanya.

Secara teknikal, ia mengatakan bahwa sejumlah indikator membentuk pola positif, sehingga IHSG diproyeksikan berpotensi menuju ke level batas atas ke area 5.783-5.793 pada Rabu (12/7) ini.

Sementara itu, Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere menambahkan bahwa masuknya aliran dana asing ke Indonesia yang cukup tinggi menjadi katalis positif bagi pasar saham di dalam negeri.

"Dana masuk bersih sebesar Rp117 triliun hingga 6 Juli tahun ini, bandingkan sepanjang tahun 2016 yang sebesar Rp126 triliun. Masuknya dana asing ke Indonesia diperkirakan masih berpotensi berlanjut sejalan dengan predikat yang diperoleh Indonesia sebagai negara layak investasi," kata Nico.

Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei turun 52,27 poin (0,26 persen) ke 20.132,38, indeks Hang Seng menguat 213,26 poin (0,82 persen) ke 26.090,90, dan Straits Times melemah 5,42 poin (0,17 persen) ke posisi 3.213,38. (*)


Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026