London, (Antara/Xinhua) - Saham-saham Inggris ditutup lebih rendah pada Senin (12/6), dengan indeks acuan FTSE-100 di London melemah 0,21 persen atau 15,46 poin menjadi 7.511,87 poin.

Johnson Matthey, perusahaan multinasional Inggris khusus bahan kimia dan teknologi berkelanjutan, melonjak 2,04 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau "blue chip".

Diikuti oleh saham Royal Dutch Shell B dan Tesco yang masing-masing meningkat 1,56 persen dan 1,49 persen.

Sementara itu, perusahaan pertambangan logam mulia asal Meksiko, Fresnillo, pemain berkinerja terburuk di antara saham-saham unggulan dengan sahamnya jatuh 4,87 persen.

Diikuti oleh saham perangkat lunak dan informasi multinasional Inggris, Micro Focus International, merosot 3,80 persen, dan ConvaTec Group, perusahaan teknologi dan produk medis global, turun 2,78 persen.

Di Jerman, bBursa saham Jerman berakhir lebih rendah pada Senin (12/6), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt turun 125,28 poin atau 0,98 persen menjadi 12.690,44 poin.

Produsen semikonduktor Jerman, Infineon Technologies, menderita kerugian paling besar di antara saham-saham unggulan, turun 4,13 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan perangkat lunak multinasional SAP dan perusahaan manufaktur dan elektronika Siemens, yang masing-masing turun 2,52 persen dan 2,03 persen.

Sementara itu, Volkswagen membukukan keuntungan paling besar di antara saham-saham unggulan dengan bertambah 1,69 persen. Diikuti oleh saham Adidas dan Daimler yang masing-masing naik, 1,42 persen dan 0,80 persen.

SAP merupakan saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai transaksi mencapai 336,08 juta euro (377,11 juta dolar AS). (*)

    


Pewarta: Supervisor
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026