London, (Antara/Xinhua) - Saham-saham Inggris berakhir lebih rendah pada Kamis (23/2), dengan indeks acuan FTSE-100 di London turun 0,42 persen atau 30,88 poin menjadi 7.271,37 poin.

Saham perusahaan pemilik pusat perbelanjaan Inggris Intu Properties melonjak 6,75 persen, menduduki posisi teratas dalam daftar peraih keuntungan terbesar (top gainer) atas saham-saham unggulan atau "blue chips", setelah menaikkan dividen setahun penuh untuk pertama kalinya dalam lima tahun.

Diikuti saham RSA Insurance yang maju 4,85 persen, kemudian raksasa perusahaan kertas dan kemasan Mondi naik 2,78 persen.

Sementara itu, saham penyedia energi dalam negeri Inggris, Centrica, mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan dengan merosot 3,68 persen.

Diikuti oleh saham kelompok perusahaan bahan bangunan Irlandia, CRH yang kehilangan 3,27 persen. Selanjutnya, perusahaan tambang Antofagasta jatuh 3,11 persen, dan perusahaan pertambangan lain Anglo American turun 3,02 persen.  

Di Prancis, Saham-saham Prancis berakhir sedikit lebih rendah pada Kamis (23/2), dengan indeks acuan CAC-40 di Paris turun 0,02 persen atau 4,59 poin menjadi 4.891,29 poin.

Hanya 14 saham dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang meningkat.

Bouygues Telecom, penyedia layanan telepon seluler dan internet Prancis, melonjak 4,05 persen, menjadi pencetak keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan (bluechips).

Diikuti oleh saham pembuat pesawat Eropa, Airbus Group, yang menguat 3,52 persen, raksasa kedirgantaraan Prancis Safran naik 1,95 persen.

Sementara itu, saham Veolia Environment, kelompok perusahaan pengelola air minum dan limbah Prancis menjadi penderita kerugian  terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan terjun 5,78 persen.

Diikuti oleh raksasa baja ArcelorMittal yang kehilangan 2,22 persen dan bank Prancis Credit Agricole turun 1,98 persen.

Di Jerman,  saham-saham Jerman ditutup lebih rendah pada Kamis (23/2), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt turun 50,76 poin atau 0,42 persen menjadi 11.947,83 poin.

Sedangkan di Spanyol, saham-saham Spanyol ditutup sedikit lebih tinggi pada Kamis (23/2), dengan indeks acuan IBEX-35 bertambah 0,17 persen menjadi 9.493,40 poin.

Saham peritel makanan multinasional Spanyol, DIA Group, menguat 2,69 persen, menjadi pencetak keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".

Diikuti oleh saham Iberdrola, perusahaan utilitas multinasional Spanyol, naik 2,5 persen. Kemudian, Telefonica, penyedia broadband dan telekomunikas, naik 1,8 persen.

Sementara itu, saham kelompok perbankan Banco Sabadell mengalami penurunan terbesar (top loser) dengan kehilangan 2,56 persen. Diikuti oleh saham produsen baja ArcelorMittal yang turun 2,03 persen. Kemudian, saham perusahaan teknologi informasi dan sistem pertahanan perusahaan Indra yang kehilangan 1,86 persen.

Sedangkan premi risiko Spanyol ditutup pada 143 poin dari 139 poin pada Rabu (22/2). Tingkat bunga obligasi 10-tahun ditutup di 1,71 persen dari 1,69 persen pada penutupan Rabu (22/2). (*)



Pewarta: Supervisor
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026