Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak naik 15 poin, sedangkan  Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, dibuka melemah sebesar 6,99 poin.

Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak naik 15 poin menjadi Rp13.295 per dolar AS.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan masih adanya sentimen positif dari peringkat prospek utang Indonesia yang dinilai positif oleh Moody's hingga penilaian Dana Moneter Internasional (IMF) bahwa ekonomi Indonesia stabil menjadi faktor yang menjaga mata uang rupiah.

"Sentimen negatif yang muncul dari eksternal dapat diimbangi oleh sentimen dari dalam negeri sehingga mata uang rupiah mengalami apresiasi terhadap dolar AS," kata Reza.

Dengan perekonomian Indonesia yang kondusif, ia melanjutkan, rupiah akan bergerak stabil dengan kecenderungan menguat, apalagi kebijakan Bank Indonesia dalam hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang sedianya diumumkan pekan ini masih cukup akomodatif bagi ekonomi domestik.

Dari eksternal, dia menjelaskan, data ekonomi Tiongkok yang lebih baik dari perkiraan, seperti inflasi serta surplus neraca perdagangan, juga akan memberi dampak positif bagi mata uang di negara berkembang.

Sementara ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan bahwa Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia diproyeksikan akan mempertahankan suku bunga acuan (BI 7-Day Repo Rate) di level 4,75 persen.

"BI 7-Day Repo Rate diperkirakan tetap. Optimisme yang tersirat dari hasil RDG BI akan mempertahankan sentimen positif di pasar keuangan," katanya. 

IHSG

 Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, dibuka melemah sebesar 6,99 poin seiring dengan aksi ambil untung oleh sebagian investor.

IHSG BEI dibuka turun 6,99 poin atau 0,13 persen menjadi 5.402,55 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak melemah 1,66 poin (0,19 persen) menjadi 898,96 poin.

"Laju IHSG tertahan setelah menguat cukup tinggi pada hari sebelumnya (Senin, 13/2), sebagian investor memanfaatkan untuk aksi ambil untung," kata analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Selasa.

Ia menambahkan bahwa laju bursa saham di kawasan Asia yang cenderung negatif turut mempengaruhi psikologis investor untuk menahan transaksinya sehingga laju IHSG mengalami koreksi.

Namun, ia mengharapkan bahwa penilaian lembaga peringkat internasional Moody's yang memperbaiki peringkat utang Indnesia menjadi positif dapat menjaga fluktuasi IHSG untuk tidak tertekan lebih dalam.

Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere menambahkan bahwa ekonomi nasional yang masih cukup kondusif dapat menjadi katalis positif bagi tren IHSG ke depannya untuk mencapai level yang lebih baik.

"Optimisme terhadap perekonomian Indonesia datang dari lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) yang menilai Indonesia telah berhasil menjaga stabilitas makroekonomi dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di lingkungan eksternal," katanya.

Bursa regional, di antaranya indeks KOSPI melemah 2,58 poin (0,12 persen) ke level 2.076,39, indeks Nikkei turun 31,33 poin (0,16 persen) ke level 19.427,82, dan Straits Times melemah 26,98 poin (0,87 persen) posisi 3.084,78. (*)



Pewarta: Supervisor
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026