“Kami punya industri, ITS punya sumber daya manusia. Nanti kami akan bawa seluruh dokumen produk-produk PT BBI sejak jaman Belanda untuk diamati, ditiru, dan dimodifikasi oleh ITS,” kata Rahman.
Surabaya (Antara Jatim) - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan PT Boma Bisma Indra (BBI) menjalin kerjasama pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang pengembangan peralatan industri dan pembangkit kelistrikan.

Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua belah pihak di kampus setempat, Jumat dengan tujuan membangkitkan lagi industri alat keteknikan yang asli buatan dalam negeri.

Direktur utama PT BBI, Rahman Sadikin menatakan kerja sama ini adalah bentuk simbiosis mutualisme antara PT BBI dengan ITS. Keputusannya menggandeng ITS didasari atas keyakinannya bahwa ITS mampu mengembangkan sisi keteknikan, desain, dan kalkulasi produk-produk PT BBI sehingga lebih terjamin performansinya.

“Kami punya industri, ITS punya sumber daya manusia. Nanti kami akan bawa seluruh dokumen produk-produk PT BBI sejak jaman Belanda untuk diamati, ditiru, dan dimodifikasi oleh ITS,” kata Rahman.

Rahman melanjutkan, target kerjasama ini adalah terwujudnya produk asli Indonesia yang dapat dipatenkan dan punya daya saing tinggi adi tengah gempuran produk impor.

“Jadi sekarang tinggal bagaimana kita membangkitkan lagi industri boiler melalui kerja sama dengan ITS,” ujarnya.

Rektor ITS Prof Joni Hermana mengatakan dengan target utama tersebut, kerjasama ini juga akan dilaksanakan melalui beberapa kegiatan pendukung. Di antaranya ialah magang industri dan kuliah lapangan mahasiswa. Mahasiswa dan dosen ITS pun diakui Joni akan terlibat aktif dalam kerjasama tersebut.

“ITS saat ini juga sedang fokus mengembangkan penelitian di bidang energi, salah satunya boiler berkekuatan tinggi. Bahkan beberapa mahasiswa pernah mengerjakan proyek pembangkit listrik dan sangat diapresiasi kualitas desainnya,” ucapnya.

Tak hanya itu, kerjasama dengan PT BBI turut mendukung kerjasama ITS dengan salah satu perusahaan Australia yang di berhak melakukan sertifikasi di bidang teknik pengelasan. Menurut Joni, mereka ingin membangun pusat pengelasan di ITS. “Sehingga PT BBI nanti dapat berperan sebagai penyedia tempat prakteknya,” kata Joni. (*)


Pewarta: willy irawan
Editor : Akhmad Munir
COPYRIGHT © ANTARA 2026