Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Senin pagi bergerak menguat sebesar 33 poin sedangkan Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, dibuka menguat sebesar 8,75 poin.
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Senin pagi bergerak menguat sebesar 33 poin menjadi Rp13.310, dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.343 per dolar AS.
Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Senin mengatakan bahwa adanya sinyal pertumbuhan bagi ekonomi Indonesia memberikan ruang bagi rupiah untuk kembali melanjutkan apresiasi terhadap dolar AS.
"Penguatan rupiah yang terjadi relatif masih terbatas seiring sikap pasar yang menahan diri menjelang data pertumbuhan ekonomi domestik. Jika rilis data-data ekonomi direspon baik rupiah berpotensi melanjutkan kenaikan lebih tinggi," katanya.
Di sisi lain, lanjut dia, pelemahan dolar AS juga masih berlanjut di pasar valuta asing kawasan Asia menyusul ekonomi Amerika Serikat relatif masih melambat. Pergerakan sejumlah mata uang Asia, termasuk rupiah pun terbantu dengan pelemahan dolar AS itu.
"Belum membaiknya ekonomi Amerika Serikat itu membuat sinyal waktu kenaikan suku bunga di AS belum jelas sehingga berimbas pada pelemahan laju dolar AS. Rupiah pun memanfaatkan pelemahan itu untuk terapresiasi," katanya.
Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menambahkan bahwa fokus pelaku pasar saat ini tertuju pada pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) kuartal empat 2016, jika angka ekonmi itu di bawah 5 persen maka berpeluang memberikan dampak negatif terhadap rupiah.
Ia mengatakan bahwa masih adanya harapan perbaikan ekonomi pada 2017 yang masih bertahan melihat efek dari kenaikan harga komoditas juga turut menjaga fluktuasi rupiah.
"Optimisme terhadap pertumbuhan ke depan masih terjaga," katanya.
Editor: AA Ariwibowo
IHSG menguat
Sementara itu, IHSG di BEI pada Senin, dibuka menguat sebesar 8,75 poin seiring dengan optimisme pasar terhadap ekonomi domestik.
IHSG naik 8,75 poin atau 0,16 persen menjadi 5.369,52 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak menguat 2,19 poin (0,25 persen) menjadi 895,49 poin.
Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, mengatakan, sentimen dari dalam negeri mengenai rencana pemerintah untuk mengeluarkan paket kebijakan pemerataan ekonomi guna memperkecil gini rasio di Indonesia, menjadi salah satu faktor positif bagi pasar modal domestik sehingga IHSG melanjutkan peningkatan.
"Pemerintah terus meyakinkan optimisme terhadap perekonomian nasional, sentimen itu menjaga IHSG," katanya.
Kendati demikian, lanjut dia, pelaku pasar diharapkan tetap waspada mengingat sentimen dari global belum cukup kondusif. Sikap kontroversial Presiden AS Donalnd Trump yang akan menjatuhkan sanksi baru pada beberapa entitas Iran dapat mengancam stabilitas perekonomian dan juga keamanan global.
Analis pasar modal Satrio Utomo menambahkan, Badan Pusat Statistk (BPS) sedianya akan mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2016. Berdasarkan konsensus, pertumbuhan ekonomi bakal sebesar 5,03 persen.
"Artinya, jika hasilnya di atas konsesus maka akan berdampak positif pada pasar modal domestik," katanya.
Sementara itu, bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng menguat 164,29 poin (0,71 persen) ke level 23.293,50, indeks Nikkei naik 55,87 poin (0,30 persen) ke level 18.974,07, dan Straits Times menguat 13,21 poin (0,43 persen) posisi 3.055,56. (*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.